om fadjrian, saya kira kalau untuk korupsi untuk pribadinya sendiri, tentu mas beye tentu tidak akan berani ambil resiko sebesar itu, apalagi mas beye kan sudah cukup untuk bisa hidup apa sekehendaknya, yang kita kuatirkan, ya itulah orang-orang yang merasa punya jasa pada mas beye dalam pilpres yang terakhir ini, mereka mungkin minta jabatan yang bisa membayar jasa mereka itu, dan sekaligus bisa menjadi para pembisik racun berbisa yang dahsyat, yang selalu siap siaga didepan telinga mas beye, apalagi kalau mas beye setiap malam merasa loneliness, atau kalau malam hari mas beye sedang memandangi wajahnya mbak ani yang tidur lelap disebelahnya, pasti terpikir oleh mas beye, ada berita apalagi ya besok ? atau ada bencana apalagi yang dihari mendatang ? kadang-kadang saya bisa mengerti, kenapa mas beye seperti itu, karena mungkin setiap orang dilingkungannya siap menagih balas jasanya. dan saya lihat, tiap hari dimedia, wajah mas beye tampak tidak segar, selalu terlihat wajah yang penuh pergulatan batin, bisa saja dia tersenyum tapi tampak ada kegetiran diwajahnya, saya memang bukan ahlinya pembaca body language,hehehehe jadi masalahnya, bagaimana mas beye ini bisa menguasai lingkungannya, saya termasuk orang yang mengertitik dengan keras pemerintahan sekarang ini,
masa' sih mas beye itu telah menjadi manusia yang buruk banget, sehingga bisa ikut menikmati uang panas bank century misalnya ? darimana penyebabnya jika mas beye berkelakuan seperti itu ? apa karena mas beye selalu dilingkari oleh para penjilat-penjilat, yang selalu memberikan saran untuk menghalakan segala cara dalam berpolitik ? apa sudah tidak ada lagi yang berani mengingatkan mas beye didepannya ? misalnya tentang kekuatiran rakyat tentang masa depan pemberantasan korupsi ? atau kekuatiran rakyat tentang pemberangusan dan pemasungan kedaulatan rakyat ? atau tentang praktek mafia peradilan yang mem-perjual-belikan hukum sebagai dagangan ? atau praktek para pedagang sembako, yang canggih selalu mempermainkan harga dan pengadaannya ! apa sudah tidak ada yang berani mendebat gagasan atau pikirannya mas beye ? kalau begitu tampaknya mas beye butuh sparing partner dong !. sama kan seperti petinju, kalau enggak ada sparing partner, dia tidak bisa mengembangkan kemampuannya, apalagi kalau para penjilat itu selalu membenarkan dan memujinya setinggi langit, padahal banyak ungkapan orang non partisan diluar kekuasaannya yang menyatakan fikirannya secara bebas, jantan, merdeka dan terbuka tentang carut marut negeri yang tercinta ini. yang belum tentu ingin mengganti kekuasaannya mas beye sebagai partisan, mas beye harus segera mengerti ini om ! baiklah, saya tunggu tanggapan om fadjrian salam bambangsulistomo, cuma pernah kenal mas beye dikit. 2009/9/17 Fajrian difa vedder <[email protected]> > > > Ya misi setelah menjadi presiden untuk kesempatan terakhir ya korupsi > sebanyak-banyak dunk...kan buat tabungan di hari tua...beginilah kalau > memilih presiden berdasarkan "image" bukan karena kecerdasan, kenegarawanan > dan kapabilitas. Tinggal hitung aja berapa banyak kekayaan negara yang akan > di korup. Century perhitungan awal
