salam milis FPK.
 
pendapat saya adalah siapapun yang akan di gandeng SBY itu terserah SBY yang 
penting dapat menjadi tim work dan solid juga harus ada kontrak politik kalau 
ada kesalahan dan tdk bisa menjadi tim work bersedia diganti. Kemudian yang 
kedua pembantu presiden sebaiknya diambilkan dari kalangan yang sudah punya 
bisnis segudang, krn pasti nanti ada penyalah gunaan wewenang, biarkan mereka 
yang sudah berkiprah di negara ini di luar pemerintahan biar berkembang dan 
mendarma baktikan ke negara di luar sistem pemerintahan alias swasta. PNS pun 
aturannya juga tdk boleh punya bisnis meskipun ada juga PNS yang punya bisnis 
atas nama isteri, saudara, dan anak-anaknya, bahkan sahabat karib.
Semoga Pak SBY memilih pembantunya dengan tepat, baik, dan benar, serta amanah. 
sayapun bersedia hee....he....he....
mohon maaf lahir dan bathin minal aidhin wal faizin 1430 H.
Salam erat,
NS.

--- On Wed, 9/16/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote:


From: Adyanto Aditomo <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Prabowo Mentan, SBY pelihara Anak Macan ?.
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 16, 2009, 9:41 AM


 



Bung Uge Basar,
 
Soal Prabowo tidak pernah masuk penjara karena terlibat Penculikan dan 
Penghilangan Paksa Aktivis Pro Demokrasi, ya itu mungkin bisa ditanyakan kepada 
para Pimpinan Orde Baru. Yang pasti anak buahnya dinyatakan bersalah karena 
terlibat kasus tersebut.
Dalam menanggapi kasus ini, memang standard di ABRI tidak terlalu jelas, karena 
Komandan Tim Mawar sebagai Pelaksana Penculikan dan Penghilangan Paksa, setelah 
menjalani hukuman tetap bisa di promosikan ke jabatan strategis. Demikian pula 
Pangdam Jaya yang gagal mengamankan Jakarta saat terjadi kerusuhan Mei 1998, 
juga tetap dipromosikan ke jabatan strategis.
Sampai hari ini masih belum terungkap, kemana saja larinya semua Aparat 
Keamanan yang berada dibawah komando Pangdam Jaya saat terjadinya kerusuhan, 
karena tidak ada tanda - tanda perlawanan sama sekali oleh Aparat Keamanan 
melawan para perusuh, sehingga Jakarta bisa dibuat porak poranda oleh para 
perusuh.
Begitu hebatkah para perusuh sehingga seluruh Aparat Keamanan di Jakarta tidak 
mampu menembakkan satu peluru pun melawan para perusuh???
Dengan adanya kasus tersebut diatas, sebetulnya kelompok Teroris Noordin M Top, 
karena mereka belum pernah tertangkap dan di hukum, atau sudah tertangkap dan 
selesai menjalani hukumannya, juga bisa menduduki jabatan strategis di Republik 
ini, misalnya menjadi Mentri Pertahanan atau Direktur BIN. 
Sayangnya Imam Samudra dan Amrozi cs sudah di hukum mati. Bila mereka masih 
hidup, mereka sebenarnya juga punya peluang untuk menjadi Mentri Pertahanan 
atau Direktur BIN.
 
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

Kirim email ke