Salam.. Budaya gelar bergelar ini .....budaya turunan yg lambat laun mesti diberantas. Diluar negeri , hampir semua pemudanya bergelar ( S1 ) bahkan semacam wajib belajar bagi mereka,untuk kuliah. Tetapi mereka tidak menempatkan gelar2 itu sebagai tujuan . Tetapi mengutamakan skill .....keahlian dan kemampuan.
Selagi gelar hanya dipakai sebagai Pajangan ...yg bisa menjadikan seorang tiba2 naik derajatnya jika sdh punya gelar ..maka gelar2 ini tdk punya arti selain hanya untuk mengejar prestice, Keadaan ini diperparah dengan munculnya image belakangan ini yg menempatkan syarat gelar tertentu untuk bisa menaikkan level pegawai dan banyaknya rupiah yg didapat tanpa peduli dia benar2 ahli dibidangnya atau tidak , dalam rekrutmen pegawai atau calon pegawai di pemerintah atau swasta . S1..S2..S3....saat ini seperti barang mewah yg mesti dibeli dengan cara apapun. Tentunya yg banyak duit lebih mudah dapat selembar serrtifikat gelar ini dengan cara apapun dibandingkan dengan mereka yg miskin ...walaupun otaknya pinter. Di Jepang ..pemuda bergelar S1..hingga S3 gak cangung terjun ke sawah mengolah padi..tentunya dengan bekal ilmunya mereka lebih canggih dlm mengolah lahan. Sementara S1 pertanian di Indindonesia akan sangat gengsi jika dia terjun langsung menggarap sawah. Cita2 mereka masih Idealis...kerja hanya cukup sebagai penyuluh lapangan.... Coba ribuan Sarjana pertanian Indnesia ini konsentrasi menggarap dan berlomba memanjukan pertanian didesa2... Coba sarjana perikanan Indonesia terjun langsung mengolah ikan dan menjadi petambak dan pencari ikan ? Coba Sarjana Ekonomi Indonesia mau bersusah2 mau memajukan ekonomi lingkungannya..? Sayang...? Sarjana dan Sertifikat Ijasah itu hanya menjadi hiasan dinding ,,....dengan bingkai emas.! Salam prihatin Edy p -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: 28 September 2009 11:14 To: Forum Kompas Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Penganggur Bergelar Gelar atau ijazah menunjukkan kompetensi seseorang. Kalau ternyata tidak kompeten yang salah lembaga pendidikannya,dan itu tanggung jawab Depdiknas yang mengawasi. Jangan salahkan gelar atau ijazahnya. Dan yang pasti sarjana diajar berpikir sistematis dengan skripsi,thesis,dll. Pencari kerja juga perlu menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai tuntutan pekerjaannya. Masalahnya memang tidak semua orang bisa menang dalam persaingan,harus ada terobosan lain dari orang tersebut. Pasang gelar adalah hak,tidak wajib. Orang yang bekerja di luar bidang kesarjanaannya,kalau menurut saya gak perlu pasang gelar lagi. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
