om Godlip kenapa mesti heran, kan dalam beberapa tulisan saya tentang hal ini, sudah saya sebutkan bahwa para buaya bisa saja akan memangsa bos-nya atau bahkan pawangnya sendiri, kalau dia lapar atau kalau terjepit. kita harus memahami kepribadian buaya dong om, temannya sendiri aja bisa digigit rahangnya atau kaki atau ekornya sampai putus. kita bisa jelas mengamatinya ditempat yang nyaman bagi para buaya, yaitu dipenangkaran buaya. bagaimana kalau dialam bebas, dimana hanya hukum rimba berlaku, kalau dialam kita, disebut siapa yang kuat jadi penguasa dan sekaligus sebagai hakim, sekaligus jadi jaksa, jadi polisi dan juga menjadi pengacaranya, itu hukum rimba om ! kalau sekarang ini buaya kelihatan mengancam bos buaya, yaitu hanya bukti bahwa hukum dan keadilan memang tidak ada. sehingga om godlib jadi heran......hehehehe,
salambambangsulistomo. 2009/9/29 Godlip Pasaribu <[email protected]> > Jangan terburu-buru membuat kesimpulan. Saya juga heran kenapa Kapolri > nekad membuat tuduhan yang melawan nalar publik, namun dugaan bahwa hal tsb > dilakukan dengan restu penguasa saat ini sangat tidak masuk akal. Kenapa? > Karena hal itu akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. > > Apakah dia sudah sedemikian nekad melakukan itu dan berani ditinggalkan > oleh sebagian besar pendukungnya hanya utk balas dendam karena besannya > dipenjara? > Powered by Telkomsel BlackBerry�
