seharusnya para pemimpin kita, baik itu politisi , budayawan, cendekiawan, maupun ulama rohaniawan, mengajak bicara para penggagas kongres tersebut, apa susahnya menurunkan ego sedikit sih ? jangan karena temanya kongresnya yang tampak keras kemudian mereka dilarang, lha wong perlawanan bersenjata yang pernah dinyatakan sebagai separatis aja di ajak ngomong dan berunding kok. saya kira tidak ada niat sri bintang itu angkat senjata kan ? aneh bin ajaib, kapan sih pendekatan keamanan kita ini dirubah, dengarkan dulu apa isi kongres, apa tidak boleh kita bicara bahwa rakyat sekarang sudah banyak yang makan nasi aking ? atau tidak boleh bicara kalau pendidikan sebenarnya tidak gratis ? kalau kongresw terbukti melanggar konstitusi kita, baru nanti diproses secara hukum, belum apa-apa sudah dilarang segala macam, ingat masih ada pendapat umum, bahwa kalau kita tidak melakukan hal negartif apapun biasanya kita membiarkan rakyat bicara sebebasnya. tapi kalau kita ketakutan akan kritik, berarti kita mengakui kelemahan atau kesalahan kita. kalau semua alasannya tindakan preventif-pencegahan, tutup aja semua media komunikasi, koran, tv, dsb. yang beritanya banyak menyiarkan kebobrokan birokrasi, termasuk dari kepolisian sendiri, apa berita-berita di media itu semua adalah profokasi om ? ini terlihat seringkali bagaimana polda jateng tampak senang menggunakan cara-cara pemaksaan yang justru akan menurunkan citra dan wibawa , kepolisian secara keseluruhan, sayang sekali kapolda-nya yang kelihatannya terpelajar itu , lebih senang menggunakan cara-cara kekerasan. salambambangsulistomo.
2009/10/4 halim hd <[email protected]> > > > yang "menarik" semua kamar hotel sarangan dikunci oleh polisi; > dan hotel dikepung oleh ratusan polisi dan beberapa mobil; dan > komentar beberapa jurnalis membuat ketawa publik yang nonton > disekitar: polisinya lebih banyak puluhan kali lipat ketimbang peserta > pertemuan nasional golput!!
