Yth Rekan milis,

Kata orang bijak ada dua penemuan umat manusia yang sangat menentukan
wajah umat manusia dimasa depan yaitu teknologi dan kemanusiaan/humanity.

Setelah diurut dari proses dari saat big-bang hingga sekarang yang berkisar 
selama 14 miliar tahun,maka proses yang semula sangat dominan dalam 
energi/radiasi dan macam-macam energi,secara berangsur terjadi materi yang 
terdiri dari galaksi,bintang dan planet/bulannya yang jumlahnya 
bermiliar-miliar.
Proses dari energi menjadi materi dan kemudian menjadi informasi 
(E>>M>>I),merupakan proses yang sudah berjalan selama 14 miliar tahun.
Informasi dan ide merupakan fase terakhir dari kehidupan yang sebenarnya 
berorientasi dan berasal dari otak manusia.
Pada fase imformasi ini,maka pertukaran ide akan makin hebat,terutama melalui 
Iqra media internet, sehingga manusia pada umumnya akan lebih bijak 
menyelesaikan permasalahannya dan lebih berperi-kemanusiaan.

Kembali ke dunia materi,selama bertahun-tahun ini manusia sudah mengenal emas 
dan minyak sebagai dua material strategis.
Untuk minyak,secara khusus bisa diamati bagaiman balatentara Jepang bisa selama 
2 tahun memporak perandakan Asia-Pasific.Berkat minyak yang dibeli dari Hindia 
Belanda waktu itu,maka Jepang bisa mengumpulkan minyak untuk mesin 
perangnya,mulai dari serangan di Pearl Harbour.
Penemuan Kamikaze,salah satu penyebabnya adalah habisnya minyak untuk pelatihan 
pilot dan untuk bom bunuh diri karena minyaknya tak cukup lagi untuk bolak 
balik kesasaran musuh.

Diperkirakan bahwa elemen strategis yang ketiga adalah Lithium yang merupakan 
bahan utama teknologi batere yang makin lama makin canggih dan kompak.
Jadi semoga ahli-ahli Indonesia bisa menemukan bahan Lithium di Indonesia,agar
kita siap untuk bangkit menjadi pelopor dalam pengadaan materi maupun teknologi 
pemanfaatan lithium.

Sekedar info,hasil scanning internet di hari Saptu 10 Oktober,yang cukup cerah.
Kalau tertarik bisa klik www.kk.org.

Salam Hormat,
Bakri Arbie.







      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke