om victor, selain cerdas, om rizal ini jeli, tidak semua orang berani ambil resiko membuat suatu laboratorium politik baru seperti freedom institute (ef-i) yang seharusnya gagasan-gagasannya mendukung kedaulatan rakyat, tapi pada kenyataannya ef-i tidak pernah kita dengar keprihatinannya yang sama dengan para aktifis demokrasi lainnya, misalnya tentang rancangan uu intelijen atau ruu mengenai rahasia negara atau berjuang bersama untuk menggugat uu pemilu (bukan pilkada) pada mahkons (mk) yang membatasi calon independen ikut bertarung, tapi saya kira keberanian rizal untuk membuat golkar sebagai laboratorium politik-nya yang baru, patut kita acungi jempol, soksi, kosgoro, mkgr, gmni, hmi, pmii, nu, muhammadiyah, csis, tni, soeharto saja kader-kader golkar simpatisan gelap dari masyumi, pni, pki, psi, partai katholik,dsb tidak pernah secepat itu berhasil menjadikan golkar sebagai laboratorium politiknya. rizal pasti akan mencari sampel dan unsur reagen yang akan ditelitinya , sampai pada penelitian reaksi kimiawi antar unsur itu, dan itu pasti adalah semua partai politik, dpr, lembaga : pers, militer, profesi, intelijen, perbankan,pendidikan, keagamaan, kebudayaan,peradilan dsb dan tentunya unsur reagen yang terpenting adalah semua pemimpin politik dinegeri ini seperti mas beye, om boed, om tk, om mahfud, om djoko, mbak srimul, eeeh, termasuk juga om jakob oetama, om goenmo, om din samsu, gus dur, om sam sir, hehehehe.. dan bouwheer-nya adalah sang boss, aburizal de koning, the biggest ! saya ucapkan selamat pada rizal the smaller, maju terus ! (soalnya sama rizal-nya sih) sejujurnya saya salut pada rizal, dalam lima tahun ini rasanya tak sabar ingin melihat unsur kimiawi politik baru apa yang akan dihasilkannya. salambambangsulistomo
2009/10/10 victor silaen <[email protected]> > > > Rizal bahkan pernah berseteru cukup tegang dengan Anda dalam suatu > "diskusi" di TV One menjelang Pilpres 8 Juli lalu. Sekarang dan ke depan, > kira-kira akan bagaimana Bung Indera? > > Salam > Victor Silaen
