Teroris sejati memang lebih bagus mati daripada tertangkap hidup-hidup. 
Tertangkap hidup-hidup itu membahayakan kawan-kawan dan organisasinya. Hanya 
teroris setengah hati yang mau jadi narasumber.

Zul

--- On Sun, 10/11/09, Bambang Sulistomo <[email protected]> wrote:

From: Bambang Sulistomo <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dua Teroris Dikabarkan Tewas, Kapolri  
Acungkan Jempol
To: [email protected]
Date: Sunday, October 11, 2009, 3:58 PM






 





                  selalu tewas kalau tertangkap,

itulah nasib   jadi  gembong teroris dinegeri ini,

dia tidak perlu bertanggung jawab  didunia ini

dan dia tidak perlu diperas semua informasinya,

padahal itu sangat penting,

amerika saja, yang punya gagasan awal war against terrorism

berusaha mati-matian untuk menangkap teroris itu hidup-hidup.

tentunya untuk membongkar semua jaringannya/

dan ditaruhnya di guantanamo ,meskipun dihujat banyak pihak.

dan gembong teroris kita memang aneh bin ajaib,

azahari dan noordin,

yang selalu nyuruh kadernya untuk bawa bom dan meledakan dirinya

sewaktu tertangkap dinyatakan membawa ratusan kilo bahan peledak

dan bom yang siap meledak,

tapi anehnya mereka justru tidak me ledakkannya

bahkan si noordin-pun  beraninya ngumpet dan mati dikamar mandi,

oleh sebab itu

apa sebaiknya semua satuan anti terror kita,

dari satuan angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara

suatu waktu bertemu, untuk menemukan suatu cara

taktik, tehnologi pelacakan  dan strategi khusus,

dan diberi kesempatan adanya operasi gabungan,

agar para teroris kambuhan tersebut dapat ditangkap hidup-hidup,

sehingga semua jaringannya dapat segera dibongkar,

sehingga masyarakat tidak perlu dibayang-bayangi ketakutan terus,

dan sekaligus bisa membuat jera yang ingin jadi teroris/

meskipun para mantan anggota jamaah islamiyah menyatakan

bahwa pembuat skenario terorisme di negeri ini

belum terungkap dan terangkap,

nah, ini kan tugas kita bersama,

agar tidak ada lagi yang terperangkap dan diajak jadi teroris,

sehingga disuruh bawa bom-pun, oleh azahari dan noordin

mungkin saja dia enggak tahu !

salambambangsulisto mo.

Kirim email ke