Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/20/14495421/Telkom.Kembali.Tawarkan.Pensiun.Dini



JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali 
menawarkan program Pensiun Dini (Pendi) kepada 1.200 pegawai. Kepada pegawai 
yang memenuhi syarat untuk Pendi, manajemen memberi kompensasi yang sangat 
memadai. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional 
perusahaan.

"Ini adalah perpanjangan dari momen transformasi bisnis yang dicanangkan 16 
Oktober, dengan mentransformasi jumlah dan kompetensi pegawai. Transformasi 
bisnis Telkom dari semula perusahaan telekomunikasi jadi perusahaan T.I.M.E 
(Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) tentu memerlukan 
kompetensi pegawai yang baru," kata Vice President Public and Marketing 
Communication Telkom, Eddy Kurnia, Selasa (20/10) di Jakarta.

Ketatnya persaingan industri telekomunikasi, kata Eddy Kurnia, mendorong Telkom 
mengantisipasi lingkungan bisnisyang cepat berubah dan sumberdaya yang efisien 
sebagai pertimbangan yang sangat strategis.

Sejak tahun 1995, ujar Eddy, Telkom telah menawarkan program pensiun dini 
secara bertahap untuk merampingkan jumlah pegawai agar perusahaan lebih lincah 
bergerak dalam kompetisi yang semakin tajam seperti saat ini. "Selain 
meneruskan karier di perusahaan, pegawai juga diberi pilihan untuk pensiun 
dini. Pegawai tertentu mungkin ingin mengembangkan diri di luar perusahaan 
sebagai second carrier," jelasnya.  

Pendi yang ditawarkan terdiri dari Golden Shake Hand dan Silver Shake Hand . 
Pada Golden Shake Hand, pegawai sama sekali pensiun dari perusahaan. Sedangkan 
pada Silver Shake Hand, pegawai tersebut pensiun dini dari Telkom lalu 
meneruskan karier di lingkungan TELKOMGroup. "Pegawai yang mengambil pendi 
tentunya akan memperoleh kompensasi dengan besaran berbeda antara Golden dan 
Silver Shake Hand," jelas Eddy Kurnia.

Kini Telkom memiliki 23.286 pegawai, dari jumlah itu sekitar 460 orang 
diperkerjakan di anak perusahaan dan perusahaan lain. Kalau dibanding 
perusahaan telekomunikasi lain sebagai incumbent, pegawai Telkom jumlahnya 
memang besar.

Secara bertahap, Telkom akan menawarkan pendi hingga dicapai jumlah pegawai 
ideal, tetapi intinya pendi ditawarkan secara sukarela kepada pegawai, 
lanjutnya. Program Pensiun Dini sendiri dijadwalkanberlanjut hingga 2011.

Telkom pertama kali menawarkan program pendi tahun 1995 dengan jumlah 5.188. 
Sejak tahun 2002 hingga 2009 sudah sekitar 12 ribu pegawai mengambil program 
pendi. Pada bulan Maret 2009 lalu, sebanyak 1.156 pegawai telah melakukan 
Pendi.    

 

 

 

KOMPAS Haryo Damardono

Editor: Edj


Kirim email ke