http://www.antarane ws.com/berita/ 1255962876/ satelit-buatan- mahasiswa- 
indonesia- diluncurkan- 2012

Satelit Buatan Mahasiswa Indonesia Diluncurkan 2012

Senin, 19 Oktober 2009 21:34 WIB 

Surabaya (ANTARA News) - Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa 
Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa 
UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah 
dimulai.

"Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa 
dari berbagai kampus," kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy 
H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin.

Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative 
for Research & Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut 
dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.

"INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder 
dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit 
sejak kalangan mahasiswa," katanya.

Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan 
Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, 
kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.

"Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya 
dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita 
akhirnya tidak memiliki kemandirian," kata alumnus Tokyo University of 
Technology (S2) itu.

Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan 
dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit 
hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga 
tahunan.

"Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan 
mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi 
teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, 
energi surya, dan sebagainya," katanya.

Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong 
mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang 
alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan 
TA pada bidang satelit.

"Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan 
penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat 
dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 
ada peluncuran," katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana 
pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, 
penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana 
sekitar Rp10 miliar.

"Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai 
universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk 
pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan," 
katanya.

Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif 
untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 
2011.

"Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan 
lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket 
atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu," katanya.

Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi 
telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. "Nantinya, 
bisa juga untuk sensor cuaca," katanya.
(*)






















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke