om mas dimas, sudah sejak awal saya prihatin, terutama pada praktek jual beli hukum dan keadilan yang tidak tampak tapi selalu jadi berita, juga berbagai rekayasa ajakan main politik pada aparat penegak hukum dinegeri ini, semakin menghancurkan profesionalisme aparat penegak hukum, dan pasti juga mengakibatkan terjadinya krisis kepercayaan dari rakyat banyak pada upaya penegakkan hukum dan keadilan padahal untuk membongkar hal itu, gunakan saja azas pembuktian terbalik untuk menelisik harta kekayaan para pejabat negara, dan juga aparat penegak hukumnya dong om ! pasti dengan mudah kita bisa mengukur moralitas seorang pejabat negara, apalagi kalau pusat pengusutan dan analisis transaksi keuangan (?) / ppatk tidak diajak main politik oleh kekuasaan jadi kita kita perlu juga ppatk yang benar-benar independen dan profesional sebenarnya masih banyak tugas para pejuang kedaulatan rakyat dinegeri ini saya punya setumpuk bukti keanehan profesionalisme penegak hukum kok ! dari mulai penyidikan tingkat pertama, sampai tingkat yang tertinggi itu baru yang saya dapatkan ketika mendampingi rakyat yang datang karena mereka butuh pendampingan karena merasa dianiaya, ditindas, diperdaya. belum lagi data berbagai kebiadaban yang dimiliki rekan-rekan yang lain kan ? jangan sampai keadilan itu hanya akan didapatkan jika kita sudah diperintahkan menghadap sang khalik, salambambangsulistomo 2009/10/30 mas dimas <[email protected]>
> > > Salam, > > Tak peduli komentar rakyat, cendekiawan dan aktifis pro penegakkan hukum > dan > anti korupsi, polisi bekerja dengan jalan pikirannya sendiri. > > Moment menggebuk KPK kali ini lebih terasa untuk menegaskan "siapa yang > berkuasa di negara ini". KPK tidak boleh ngetop dibanding polisi, meski > rakyat melihatnya begitu. > > Sebagaimana korps kejaksaan yang tempo hari melindungi temannya yang > mengecer ekstasi barang bukti, korps polisi yang menahan dua pimpinan KPK > kali ini sesungguhnya sedang membusukkan diri sendiri. > > Nggak ada lain kata-kata yang lebih pas. Korps kepolisian sedang > membusukkan > diri sendiri. > > Dimas
