Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat kerja Kapolri dan Komisi III DPR RI dijadikan 
kesempatan untuk mengklarifikasi sejumlah tudingan yang dilayangkan kepada 
institusi penegak hukum itu. Setidaknya, di beberapa bagian pemaparan kronologi 
kasus Bibit-Chandra, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri berkeluh kesah 
dan mengklarifikasi tudingan yang bertubi-tubi.

Ia mengatakan, Polri siap untuk "ditelanjangi" demi pemulihan nama baik dan 
citra institusi. "Silakan telanjangi kami, kalau itu bisa membersihkan nama 
baik Polri. Kami tidak sehina seperti yang ditudingkan," ujarnya di hadapan 
Komisi III, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/11) malam.

Meski tak menyebut secara eksplisit, Kapolri juga menyentil pernyataan Ketua MK 
Mahfud MD. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan salah satu stasiun TV, 
Mahfud sempat menyebut, "Binatang kok takut sama pengusaha." Ini merupakan 
tanggapan atas pertanyaan mengenai Anggodo yang tidak ditahan Polri.

"Dan mohon maaf, kami bukan binatang. Tapi sudahlah, kami tidak ingin 
memperpanjang. Kami terusik, Pak. Apakah segoblok itu, Polri?" ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri kembali meminta agar tak lagi mengumpamakan cicak dan buaya 
untuk menganalogikan KPK dan Polri. "Sesungguhnya di dalam cicak juga ada buaya 
karena ada 128 personel Polri yang bertugas di KPK," kata dia.


http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/05/22110761/kapolri.kami.bukan.binatang

Kirim email ke