Moso' nyari Yulianto yg bukan "siapa2" itu susahnya minta ampun, lha nyari gembong pengebom sekelas Nurdin M Top yg jaringan dan simpatisannya tersusun rapih aja bisa? Jangan sampai ini terlihat masyrakat Indonesia sbg "rekayasa lagi (mempersulit selagi bisa dipersulit)?
"Missing link" teori Darwin bisa dimaklumi mengingat bumi ini sangat luas dan mahluk hidup (fosil maupun yg msh hidup) sangat beragam. Lha ini cuma di Indonesia, apalagi denger2 dia tinggal di Surabaya dan (baca di Kompas hari ini) juga punya rumah (terakhir menetap) di Jatibening? Susah juga klo emang dasarnya gak mau, gak ikhlas/rela dan sudah gak bisa di"reformasi". Apa perlu di"format" ulang? komputer kaleee... 2009/11/11 Haniwar Syarif <[email protected]> > > > Kelihatannya Yulianto akan di temukan > > jiuka iya > > kita ingatkan si Bonaran pengacara Anggodo, yg bilang mau > berhenti jadi pengacara kalau Yulianto memang ada > > lalu kita ingatkan juga > > bhw polisi dan kejaksaan menuntut dgn anggapan kesaksian Ari muladi > yg pertama lah yg benar alias Yulianto itu gak ada > > berita di kompas > > Guna membantu polisi mengungkap jati diri Yulianto yang sampai > sekarang masih gelap, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Antikorupsi > Indonesia Ade Ervil Manurung memberikan empat lembar foto yang > disebut sebagai Yulianto kepada Badan Reserse Kriminal Polri, Selasa > (10/11) siang. > > Yulianto adalah lelaki yang disebut saksi Ary Muladi menyerahkan uang > sebesar Rp 5,1 miliar kepada Ade Raharja untuk diteruskan kepada > pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. > > HS > > > [Non-text portions of this message have been removed]
