pemikiran anda saja yg ga betul.
1. anda memerangkap kata agama menjadi kata yg sakral krn musti berkaitan dng 
sang pencipta.
padahal kata agama konteknya tdk sesimple itu.
2. publik kesannya anda nilai bodoh, krn hanya menyerang satu institusi. 
realitanya publik justru 
semakin pandai krn mendasarkan penilaian berdasarkan bukti yg otentik.
masyarakat sipil tdk butuh dikasihani, krn sekarang telah cerdas dan siap 
melakukan gerakan sipil
utk menumbangkan kekuasaan yg dzolim.


  ----- Original Message ----- 
  From: AVIE 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, November 11, 2009 9:50 AM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] korupsi? agama atau bagiX2 yg tidak rataX@


    
  mengenai pendapat rekan milis FPK yg menyatakan bahwa korupsi adalah sebuah 
agama baru di negri republik yg kita cintai ini !! rasanya saya tidak setuju 
,,,pak ? justru yang namanya agama adalah sebuah keyakinan yg fundamental dari 
setiap manusia kpd sang khalik dan diimplementasikan pada perbuatan sehingga 
lebih tepatnya bagi para koruptor yg sangat indentik bagi para pejabat negara 
yg selalu menghamburX2kan uang negara terutama pajak rakyat yg juga kadang 
diambil secara paksa tanpa peduli si rakyat lapar atau tidak !!?namun setelah 
dikumpul dan digunakan malah dibagiX2 ke kantong pejabat masingX2 !!?

  oleh karena itu asumsi bahwa opini publik yg hanya menyerang kebobrokan POLRI 
saja saya juga tidak setuju !! mungkin juga bahwa KPK bisa terlibat dalam 
korupsi ..............sudah mahfum lah kita sebagai rakyat yg sering 
diintimidasi oleh aparat terutama bagi institusi yg memiliki kewenangan 
sehingga sangat banyak bagi oknum yg selalu menyalah gunakan wewenangnya tuk 
memeras dan lainX2 demi kepentingan pribadi dan kelompoknya !!

  wal-hasil ala POLRI dan KPK sama saja !! kenapa mereka berseteru 
...........yah karena bisa saja bagiX2 nya nggak seimbang !! 
wakakakkakak..........ini bukan barang baru semua rakyat mengetahui itu !!

  kasihan masyarakat sipil yg selalu menjadi kambing hitam dari birokrat yg 
busuk !!

Kirim email ke