Koreksi: jendral sekutu yang mati terbunuh di Surabaya pada insiden 
tembak-menembak di depan Gedung Internasio adalah Brigadier Mallaby, bukan 
Allenby.
 
Misi sekutu di Hindia tidak hanya membeaskan tawanan perang tapi juga melucuti 
senjata pasukan Jepang sebagai konsekuensi penyerahan Jepang tanpa syarat.
 
manneke

--- On Tue, 11/10/09, rahardjo mustadjab <[email protected]> wrote:


From: rahardjo mustadjab <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Surabaya, 10 November 1945
To: [email protected]
Received: Tuesday, November 10, 2009, 8:58 PM


 



Ada 2 hal tentang Surabaya 10 November 1945 yang luput dari perhatian kita, 
yaitu:
 
1. Peristiwa berdarah nan heroik ini juga orang asing yang merasa menjadi 
bagian dari Arek Suroboyo. Utamanya peranan warga India bernama T.D. Kundan 
yang mendampingi tokoh Suryo, Mustadjab (tak ada hubungannya dengan saya), drg 
Mustopo dll berunding dengan Jendreral Mansergh dan Allenby. Juga ada peranan 
pengusaha Yahudi Charles Mussry yang sekalipun berstatus 'gelijkgestelt' 
(dipersamakan dengan Eropa) tapi berjuang bahu membahu dengan kyai, santri, 
tukang becak dan tentara pelajar TRIP.
 
2. Dengan mengesampingkan upaya Belanda untuk mendompleng, misi Sekutu adalah 
sah. Misinya adalah membebaskan orang Eropa (dan yang dipersamakan) dari kamp 
konsentrasi Jepang di Surabaya. Jumlahnya ribuan, salah satunya adalah ayah dari
Xaveria Hollander lelaki Yahudi asal Rusia. Puncak kesalahpahaman terjadi 
ketika Brigadir Allenby keliling kota duduk di atas lampu mobil terbuka bersama 
walikota Surabaya menjelaskan misi tentara Sekutu mati terbunuh. Bayangkan 
tentara mana tidak
mengamuk saat menyadari perwira tingginya mati terbunuh.
 
RM

Kirim email ke