LSM: Jakarta Paling Rentan Terhadap Perubahan Iklim Jakarta, 7/11 (Antara/FINROLL News) - Empat LSM menyatakan, DKI Jakarta merupakan kota yang paling rentan di kawasan se-Asia Tenggara dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Siaran pers dari empat LSM bidang lingkungan hidup dan perairan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, Jakarta merupakan kota terentan se-Asia Tenggara terhadap perubahan iklim yang dampaknya sudah dirasakan sejak lama oleh nelayan dan masyarakat daerah pesisir. Empat LSM terebut adalah Institut Hijau Indonesia (IHI), Koalisi Rakyat untuk Keadilan dan Perikanan (KIARA), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), dan Forum Komunikasi Nelayan Jakarta (FKNJ). Direktur Lingkungan Hirup Perkotaan IHI Selamet Daroyni mengatakan, rentannya Jakarta juga membuat wilayah Jakarta Utara kerap terkena bencana rob sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bertindak cepat dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar korban banjir rob. Selamet memaparkan, hak-hak dasar tersebut antara lain tempat pengungsian yang layak, sumber pangan, air bersih, dan obat-obatan. Namun, lanjutnya, hal mendasar yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengevaluasi tata ruang wilayah DKI Jakarta. Koordinator Program KIARA Abdul Halim mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus membuat rencana tata ruang wilayah yang lebih mengedepankan prinsip perbaikan lingkungan hidup dan tanggap atas pelbagai potensi bencana. Selain itu, lanjut Abdul Halim, Pemprov DKI juga harus meninjau kembali Rencana Induk Penanggulangan Banjir Jakarta agar lebih akomodatif terhadap kepentingan nelayan tradisional dan masyarakat daerah pesisir. Sebelumnya, banjir rob kembali menggenangi pemukiman warga Marunda, Jakarta Utara, Kamis (5/11) pagi. Dengan ketinggian air sekitar 60 - 80 centimeter, sekitar 500 kepala keluarga (KK) terendam tempat tinggalnya, dan sekitar 20 hektar tambak juga tenggelam. (Tz.M040/ C/A011) Sumber: http://www.news.id.finroll.com/articles/rilis-press/167546-lsm-jakarta-paling-rentan-terhadap-perubahan-iklim.html ------------------------------ Keanekaragaman budaya Indonesia dari satu sisi adalah kekayaan, tetapi dari sisi lain adalah kerawanan. Sebagai kekayaan, keanekaragaman budaya dapat menjadi sumber pengembangan budaya hibrida yang kaya dan tangguh, melalui penyuburan silang budaya. Sebagai kerawanan, keanekaragaman budaya melemahkan kohesi antarsuku dan pulau. Berbagi informasi adalah hal terpenting dalam bermasyarakat. Terlebih bagi nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan masyarakat luas yang tinggal di belahan bumi lainnya. Kunjungi situs web KIARA di http://www.kiara.or.id. Pastikan Anda adalah orang yang pertama kali mengetahui perkembangan informasi kelautan dan perikanan nasional. ------------------------------------------------------------- Abdul Halim Koordinator Program KIARA [email protected] / [email protected] Sekretariat Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Jl. Tegal Parang Utara No. 43 Mampang, Jakarta 12790 Telp./Faks. +62(0)21 797 0482 Email. [email protected] Website. www.kiara.or.id [Non-text portions of this message have been removed]
