sejauh pengamatan saya, institusi yg dikenal relatif "bersih", adalah institusi 
baru seperti KPK, PPATK, BPKPM, yah gak harus benar2 baru tetapi relatif tidak 
rumit birokrasinya, selain itu mreka memang gajinya besar. untuk institusi 
lama? biar udah renumerasi gaji, tapi tetep aja KKN jalan, saya mengalami 
sendiri.

jadi remunerasi gaji bukan satu2nya alasan maraknya korupsi, tapi lebih ke 
sistemnya yg sudah terbentuk begitu, mungkin wacana potong generasi itu ada 
benernya.



--- In [email protected], ingan apul sitepu <ias....@...> 
wrote:
>
> Saya jadi geli dengan pernyataan kajagung,untuk memberantas markus
> dengan dana 10 T,dan kiat / program yang telah dilakukan adalah dengan
> himbauan dan tempelan kata kata disetiap pintu dan lebih geli lagi
> dikatakan telah melakukan upaya maximal.
> Sampai dunia kiamatpun tidak akan berhasil membersihkan para markus
> dan koruptor dengan cara demikian. Pernyataan ini menunjukkan ketidak
> mampuan seorang Pimpinan mengawasi jajarannya atau ketidak mauan
> memperbaiki.
> KPK sucses dengan penyadapannya,biaya Ringan hasilnya Besar ( contoh
> kecil ), Hukuman berat ( tidak kunjung ada ),profesionalisme kerja (
> nihil ),ya.... gak bisa di harapin deh, taunya hanya bela diri dan
> tidak pernah sadar diri.
> sucses penyadapan untuk menjerat para koruptor,malah yang dikritisi
> habis oleh para pejabat,yang jelas untuk melanggengkan praktik korupsi
> agar tidak terbukti terus.

Kirim email ke