Bung Suhaimi, Kita ini kan bicara dalam kategori berandai - andai. Andaikata dalam situasi seperti ini Bibit dan Chandra diajukan kepengadilan, walaupun Vonis Pengadilan membebaskan Bibit dan Chandra dari segala tuntutan hukum, masyarakat tetap akan menganggap itu sebagai Pengadilan Sesat, yaitu Pengadilan yang diatur oleh para Mafia Hukum. Situasi politik mungkin sudah sangat tegang. Bayangan saya, gerakan massa pendukung KPK bisa berubah menjadi Kekuatan Massa menentang SBY, dimana kekuatan Massa tersebut terus membesar bak Bola Salju. Kalau situasinya sudah seperti itu, bila Bibit dan Chandra tetap di non aktifkan walaupun yang bersangkutan mendapat vonis bebas murni dari hakim, waduh, saya gak bisa bayangin, kekacauan macam apa yang akan muncul. Untuk yang lainnya saya sepakat dengan anda. Ya begitulah pendapat saya beserta alasannya. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sel, 10/11/09, Suhaimi <[email protected]> menulis: Dari: Suhaimi <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Polisi Oh Polisi Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 10 November, 2009, 1:09 AM Kangmas Adyanto Aditomo, Pertama (Masalah Bibit-Candra) Hemat saya itu adalah jalan tengah yang paling realistik yaitu dari pihak Polri ya Kapolri plus pati & pamen yang terkait harus legowo mundur tanpa kudu pake embel-embel kalo diminta presiden ! demi negeri ini dan menyelamatkan Institusi Polri disatu sisi dan disisi lainnya Polri kudu bebenah secara sungguh-sungguh, Begitu pula halnya dengan Jaksa Agung plus aparatnya yang terlibat juga kudu legowo mundur tanpa pake embel-embel kalo diminta oleh presiden, semata demi kebaikan negara ini serta institusi kejagung yang telah membesarkan mereka. Bibit-Candra juga kudu rela sebagai martir perbaikan institusi penegak hukum negeri ini, nama mereka akan akan terus terkenang dan dikenang rakyat, jadi bukan hukuman apalagi pesanan si anggodo gemblung itu ! Kedua (Masalah bersih-bersih) Kalo kita mo pake ide yang lebih gila lagi, maka kita pake ide gusdur yaitu "Kita ganti semua itu hakim;polisi & jaksa dari luar alias kita import jaksa;hakim & polisi luar negeri" rasanya ga mungkin toh Mas ? sebab padanan yang mirip dg itu adalah "Persepakbolaan" nasional kita yang import begitu buuuanyak pemain-pemain asing ento prestasinya biasa-biasa aja bukaaan..? Karena itu menurut saya ya...Jaksa Agung & Kapolri lah yang paling tahu bagian mana yang harus dibersihkan serta sapu apa yang harus digunakan untuk membersihkannya. Ketiga (Saya tidak setuju dengan ide Jaksa Agung) Yang pasti saya sangat tidak setuju dengan ide Jaksa Agung yang ia sampaikan kemaren didepan Komisi 3 DPR RI yaitu untuk membenahi Kejagung dibutuhkan dana 10 trilyun agar kesejahteraan para jaksa terjamin sehingga mereka bekerja secara profesional. Ide tsb adalah ide basi dan konyol karena akan menjadi "Lingkaran Setan" yang tidak akan pernah berkesudahan ! Salam hangat, Suhaimi
