Ulasannya bagus Pak.
Tapi menurut saya yang namanya film itu cukup
hanya untuk dinikmati saja Pak, untuk refreshing
di akhir pekan..hehe

Ga usah terlalu dipikirkan, apalagi sampai dikait2kan
dengan neolib atau apalah..hehe
Filmnya saja sudah fiksi, koq kita komentari yang fiksi.
Wah salah dua kali kita Pak, hehe..

Salam,
BCI





firdaus cahyadi <[email protected]>
Sent by: [email protected]
11/16/2009 09:09
Please respond to
[email protected]






Propaganda Amerika Serikat di Film 2012
Gedung bioskop XXI di salah satu mal di Bogor sudah dipenuhi oleh para
penonton film 2012. Sulit dimengerti mengapa orang-orang Indonesia
tiba-tiba seperti tersihir menonton film ini.

Waktu menunjukan pukul 15.15 WIB. Film 2012 pun muncul di layar. Adegan
pertama menceritakan sebuah penemuan ilmiah terkait ledakan di matahari.
Ledakan itu mempengaruhi kondisi di bumi, bahkan di kerak bumi.
Berdasarkan penemuan ilmiah itu diperkirakan kiamat akan terjadi di tahun
2012.

Informasi itu segera disampaikan ke Presiden Amerika Serikat. Singkat
cerita, Amerika Serikat segera mengajak negara-negara kaya lainnya untuk
melakukan misi penyelamatan dari kiamat di tahun 2012.

Seakan meniru kisah Nabi Nuh dalam agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi),
negara-negara kaya yang dipelopori oleh Amerika Serikat pun membuat
bahtera yang super besar dan kuat. Bahtera itu dibuat di China.

Adegan film berikutnya, menggambarkan kejadian gempa bumi di berbagai
negara menjelang tahun 2012. Hingga tiba saatnya di tahun 2012, kiamat
benar-benar terjadi. Para petinggi Amerika Serikat digambarkan sibuk
mempersiapkan keberangkatan ke China untuk menyelamatkan diri dari kiamat.

Namun, Presiden Amerika Serikat menolak ikut pergi ke China untuk
menyelamatkan diri dari kiamat dengan bahtera. Sang Presiden memilih
berada di tengah-tengah rakyatnya saat kiamat itu terjadi. uh, betapa
mulianya sikap Sang Presiden Amerika Serikat itu. Presiden Amerika Serikat
hanya mengikutkan anaknya ke dalam misi penyelamatan dari kiamat itu.

Singkat cerita, semua pemimpin negara-negara maju/kaya sudah berada di
bahtera itu. Bahtera pun siap diberangkatkan. Menjelang datangnya kiamat,
seorang ahli geologi asal Amerika Serikat melihat bahwa masih banyak orang
yang berada di luar bahtera. Atas inisiatifnya lah pintu bahtera dibuka
untuk menampung warga biasa non pejabat tinggi dari negara-negara maju
itu.

Adegan berikutnya tentu saja menggambarkan betapa dahsyatnya kiamat itu
terjadi. Tidak ada yang tersisa kecuali bahtera yang telah dinaiki para
petinggi negara-negara maju itu.

Dalam ajaran agama samawi dan mungkin juga agama lainnya, ketika kiamat
terjadi tidak ada satu pun mahkluk di bumi yang akan selamat, semua hancur
bersama dengan hancurnya alam semesta. Namun film 2012 ini mengirimkan
pesan bahwa kiamat boleh saja terjadi, dan jika kiamat terjadi maka
ikutlah bersama gerbong yang telah dibuat oleh Amerika Serikat dan
negara-negara maju, pasti anda akan selamat.

Film 2012 itu seakan melawan ajaran agama tentang kiamat. Tuhan pun tidak
mampu menghalangi misi penyelamatan yang telah digagas oleh Amerika
Serikat dan negara-negara maju. Film 2012 ini seakan ingin mengirimkan
pesan bahwa jalan keselamatan bukan ada di agama-agama namun ada di
gerbong yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan negara-negara maju.

Di dunia nyata,  gerbong yang dibangun oleh Amerika Serikat dan
negara-negara maju itu tak lain dan tak bukan adalah jalan neoliberal.
Pengertian neoliberal itu sendiri adalah konsepsi ekonomi-politik yang
melarang negara ikut campur dalam persoalan ekonomi. Semua persoalan
ekonomi harus diserahkan ke mekanisme pasar, termasuk cabang-cabang
produksi dan jasa yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti energi,
listrik, pangan, air, pendidikan dan kesehatan. Jika ada warga miskin yang
menjadi korban dari gerbong neoliberal itu ya dianggap saja sebuah seleksi
alam.

Menurut ajaran neoliberal, negara hanya boleh campur tangan dalam
persoalan ekonomi jika itu untuk menjamin mekanisme pasar dapat berjalan.

Para penonton mungkin terksima dengan teknologi dalam film ini. Namun itu
akan segera berlalu, menyusul ditemukan teknologi animasi baru yang lebih
canggih dan apik dibandingkan film 2012 ini. Jika rasa kekaguman akan
teknologi animasi di film 2012 itu hilang, maka yang tersisa hanyalah
pesan dalam film ini bahwa jika ingin selamat maka ikutlah dengan
rombongan Amerika Serikat dan negara-negara maju. Another world is not
posible (dunia lain, tanpa pasar bebas dengan kepemimpinan Amerika Serikat
dan negara-negara maju, tidaklah mungkin ada). Pasar bebas adalah sebuah
keniscayaan, kata para pakar ekonomi pemuja neoliberal.

Semoga para penonton film 2012 tidak mengistirahatkan akal sehat dan
nuraninya. Semoga para penonton film 2012 setelah keluar dari gedung
bioskop tetap pada keyakinan bahwa another world is posible. Karena
penyelamatan manusia dan alam semesta terlalu penting jika hanya
diserahkan ke tangan Amerika Serikat dan negara-negara maju. Terlebih
mereka telah terbukti memproduksi model pembangunan yang mengakibatkan
pemiskinan dan kehancuran alam semesta..

sumber:
http://hiburan.kompasiana.com/2009/11/16/propaganda-amerika-serikat-di-film-2012/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke