Rekan media yang terhormat,
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sangat bangga dengan eksistensi Anggun sebagai salah satu artis asal Indonesia yang ditunjuk menjadi Food and Agricultural Organization (FAO) Goodwil Ambassador yang mengemban misi memerangi kelaparan dan kemiskinan. Namun misi mulia ini menjadi kontradiktif ketika Anggun menggelar konser musik yang disponsori oleh industri rokok di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk di Bandung, 17 November 2009 malam. "Komnas Anak menilai, predikat yang diemban Anggun sebagai Goodwill ambassador FAO yang mengemban misi mengatasi kelaparan dan kemiskinan tersebut kurang sejalan dengan kenyataan bahwa konsernya disponsori oleh produsen rokok lokal," kata Sekretaris Jenderal Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait. Informasi selengkapnya dapat ditemukan di berita pers di bawah ini. Apabila rekan media membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini, silakan hubungi Komnas Anak dengan Dina Kania (0812 9772984) atau Arist Merdeka Sirait (0812 9194258). Kami percaya bahwa informasi yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya media Anda. Terima kasih atas bantuan dan kerja samanya. Salam, Fannie Waldhani KOMISI NASIONAL PERLINDUNGAN ANAK National Commission for Child Protection Berita Pers Komnas Anak Sesalkan Duta FAO Disponsori Industri Rokok UNTUK SEGERA DITERBITKAN Jakarta, 17 November 2009 - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sangat bangga dengan eksistensi Anggun sebagai salah satu artis asal Indonesia yang ditunjuk menjadi Food and Agricultural Organization (FAO) Goodwil Ambassador yang mengemban misi memerangi kelaparan dan kemiskinan. Namun misi mulia ini menjadi kontradiktif ketika Anggun menggelar konser musik yang disponsori oleh industri rokok di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk di Bandung,17 November 2009 malam. "Komnas Anak menilai, predikat yang diemban Anggun sebagai Goodwill Ambassador FAO yang mengemban misi mengatasi kelaparan dan kemiskinan tersebut kurang sejalan dengan kenyataan bahwa konsernya disponsori oleh produsen rokok lokal," kata Sekretaris Jenderal Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait. Padahal, sebagaimana diketahui, rokok adalah salah satu produk menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas kesehatan dan kontributor kemiskinan di Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2006 menunjukkan, pengeluaran untuk rokok pada keluarga miskin mencapai 12% dari pendapatannya, sementara untuk sumber protein bagi keluarga misalnya daging, telur dan susu hanya 3%. Fakta ini menunjukkan bahwa ada korelasi yang erat antara pengaruh rokok dengan kemiskinan di Indonesia. Data Susenas 2006 juga menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran rokok pada keluarga perokok sekitar Rp117 ribu per bulan, sementara pada keluarga termiskin rata-rata Rp52 ribu atau separuh dari dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp100 ribu per bulan untuk keluarga miskin. Selain itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia menghisap rokok rata-rata 12 batang per hari atau 360 batang per bulan atau 9% dibandingkan tahun 2004 dengan rata-rata 11 batang per hari atau 330 batang per bulan. Data Riskesdas juga menunjukkan bahwa dalam kelompok usia 10 tahun ke atas, sebanyak 20% responden mulai merokok sebelum usia 14 tahun, pada kelompok 15-24 tahun 82,3% sudah mereokok sebelum usia 24 tahun dan pada kelompok 25-34 tahun sebanyak 77,1% mulai merokok sebelum usia 34 tahun Dalam kaitan ini Komnas Anak kembali mempertanyakan kebijakan FAO terkait Goodwill Ambassador-nya yang berkolaborasi dengan industri tembakau/rokok. Kami yakin bahwa dalam hatinya yang paling dalam, Anggun sejalan dengan cita-cita untuk ikut mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dan remaja dunia, termasuk di Indonesia. Namun keputusan untuk konser dengan sponsor rokok tentunya bisa menjadi sebuah hal yang sangat disayangkan oleh mereka yang merasa bangga dengan prestasinya selama ini. Komnas Anak sangat berharap ada kepedulian dan komitmen dari FAO dan para Ambassadornya, termasuk Anggun, untuk bersama-sama memiliki tanggung jawab dalam melindungi anak-anak dari ancaman pengaruh dan bahaya rokok, khususnya di Indonesia. "Kami menilai, FAO dan Anggun memiliki pandangan yang sama soal ini, apalagi FAO merupakan salah satu badan dunia yang tentunya sejalan dengan misi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang senantiasa menganjurkan kesadaran pada kesehatan umat manusia," kata Arist Merdeka Sirait. Dan, dalam konsernya yang diselenggarakan di Bandung, 17 November 2009 ini, Komnas Anak sangat yakin Anggun akan tampil dengan profesional dan berkelas. Namun Komnas Anak juga berharap ada pesan dan mungkin ada narasi yang disampaikan Anggun kepada generasi muda untuk menjaga kesehatan dengan menjauhi aktifitas yang merugikan kesehatan termasuk merokok. Ini tentu akan menjadi hal yang luar biasa dalam konsernya kali ini. Hormat kami, Atas Nama Komisi Nasional Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Sekretaris Jenderal --- Selesai --- Untuk informasi lebih jauh, silakan hubungi: Dina Kania, Komnas Anak - 0812 977 2984 Arist Merdeka Sirait - 0812 919 4258 Tentang Komnas Anak Lembaga Independen di Bidang Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak di Indonesia, Komnas PA yang lahir pada tanggal 26 Oktober 1998 melalui Forum Nasional Perlindungan Anak yang difasilitasi oleh Depsos RI - UNICEF dan dihadiri oleh utusan dari 27 Propinsi di Indonesia, dan merupakan salah satu Lembaga di Indonesia yang tercatat di PBB (United Nation) sebagai Organisasi Independen di bidang pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak di Indonesia. [Non-text portions of this message have been removed]
