Salam Dengan terkuaknya persekongkolan anggodo dengan kepolisian dan kejaksaan yang juga menyeret nama sby dalam pembicaraan telephone yang berhasil disadap kpk,semakin menurunkan kredibilitas sby dimata masyarakat,yang ditandai dengan maraknya aksi masyarakat yang dapat menjadi pemicu terjadinya reformasi jilid II. tentu dalam hal ini sby harus sangat hati hati untuk mengambil sebuah posisi ( kebijakan ) yang jika keliru bisa berakibat fatal. untuk itu dibentuklah TPF untuk merespons tudingan masyarakat atas keterlibatan sby dalam kriminalisasi kpk,sekaligus dengan pernyataan juru bicara bahwa sby sama sekali tidak terlibat disertai perintah sby untuk mengusut pencatut namanya. awal pembentukan TPF,langsung dengan aksinya untuk segera melepaskan candra dan bibit,sikap yang mengakomodir dan keberpihakan kepada tuntutan dan harapan masyarakat yang langsung meredakan tekanan emosional masyarakat untuk melakukan tindakan yang lebih jauh yang dapat membahayakan posisi sby. masyarakat dibuat menunggu dan berharap akan fakta apa yang ditemukan TPF dan rekomendasi apa yang akan disampaikannya kepada presiden. setelah rekomendasi disampaikan dan dibukakan kepada masyarakat maka hasilnya merupakan tugas presiden mereformasi seluruh lembaga hukum di Indonesia dan tentu akan diamini sang presiden. tentu dalam waktu dekat akan ada sebuah aksi dari presiden sebagai respons rekomendasi TPF untuk menunjukkan itikad baik dan keseriusan mereformasi lembaga hukum sekaligus pencitraan kepada sby. Sebuah langkah manis dari kecurigaan masyarakat keterlibatan " sby mengkriminalisasi kpk" menjadi sebagai idola" sby yang reformis ".
