George Orwell yang bernama asli Eric Arthur Blair yang lahir di India adalah 
salah satu penulis  Inggris terbesar di zaman modern.

Disamping 1984 (Nineteen Eighty Four), Animal Farm adalah salah satu novel 
legendaris karya George Orwell.  Animal Farm adalah roman klasik berbentuk 
fabel. Kisah dalam roman klasik ini selalu 'nyambung' ketika dikaitkan dengan 
situasi yang terjadi pada pra dan pasca pergantian rezim yang dilakukan dengan 
cara-cara berbau revolusi di negeri manapun.

Aceh adalah sebuah negeri yang termasuk dalam kategori seperti ini.

Animal Farm berkisah tentang sekumpulan binatang ternak yang hidup tertindas di 
Manor Farm, sebuah tanah pertanian milik Mr. Jones. 

Ada bermacam jenis binatang ternak yang hidup di tanah pertanian itu. 
Masing-masing binatang ternak memiliki peran dan fungsi sendiri-sendiri. Di 
Manor Farm ada sapi yang memproduksi susu, ayam yang memproduksi telur dan 
daging, Babi yang memproduksi daging dan juga ada binatang yang dimanfaatkan 
tenaganya, seperti kuda dan anjing. 

Di antara para binatang yang tinggal di Manor Farm, terdapat seekor babi jantan 
tua bernama Old Major. Babi cerdas bernama Old Major ini mengajari 
binatang-binatang di Manor farm tentang arti kebahagiaan yang hanya bisa 
didapatkan dengan KEBEBASAN. Menurut Old Major, tidak satupun binatang di 
Inggris dan Irlandia yang hidup merdeka dan bahagia. Kehidupan binatang di sana 
digambarkan oleh Old Major dengan dua kata DIPERBUDAK dan MENDERITA. Kedua hal 
itu dialami oleh semua binatang sebagai akibat dari satu sebab saja yaitu 
MANUSIA.

Menurut Old Major, sebenarnya manusia itu adalah makhluk yang paling tidak 
berguna di muka bumi. Manusia adalah makhluk yang hanya bisa mengkonsumsi tanpa 
bisa memproduksi. Manusia tidak menghasilkan susu untuk dinikmati makhluk lain, 
manusia tidak menghasilkan telur, tenaga manusia terlalu lemah untuk menarik 
bajak dan kereta, bahkan kecepatan larinya pun terlalu lambat untuk bisa 
menangkap kelinci. Tapi dengan segala keterbatasannya itu, manusia malah 
menjadi penguasa semua binatang. Manusia memaksa binatang bekerja, mengambil 
hasil kerja dan produksi mereka dan mengembalikannya kepada para binatang dalam 
porsi yang sangat sedikit. Hanya sebatas kadar minimum agar para binatang tidak 
mati kelaparan saja. Sementara sisanya dijual ke pasar untuk mendapatkan uang 
bagi Mr. Jones dan para pegawainya.

Pada suatu malam, ketika Old Major yang sudah tua merasa waktunya hidup di 
dunia sudah tidak lama lagi, dia mengumpulkan seluruh hewan di Manor Farm untuk 
mendengarkan ceritanya. Malam itu Old Major menceritakan mimpinya dimana dia 
melihat kebebasan menghampiri seluruh binatang yang hidup di Inggris dan 
Irlandia yang oleh Old Major disarikan ke dalam sebuah lagu berjudul "Beast of 
England".

Tiga hari setelah pertemuan itu Old Major pun mati, sebelum mati Old Major 
sempat memberi petuah kepada semua binatang bahwa semua binatang adalah setara, 
dan musuh para binatang adalah MANUSIA.

Setelah kematian Old Major, pada satu waktu tertentu rasa jenuh dan tertekan 
yang dialami binatang-binatang yang tinggal di tanah pertanian ini pun mencapai 
puncaknya dan binatang-binatang inipun memimpikan perubahan. Mereka ingin 
melawan tapi tidak memiliki keberanian, karena Mr.Jones suka bertindak kejam 
kepada siapapun yang berani menentang.

Sebenarnya tidak semua binatang benar-benar takut kepada Mr. Jones. Sepeninggal 
Old Major, ide-idenya tetap hidup dan diteruskan oleh Babi-babi lain yang masih 
hidup di peternakan. Babi-babi inilah yang terus menyemangati binatang-binatang 
di Manor Farm untuk terus memelihara semangat untuk mendapatkan KEBEBASAN. 
Ketika tekanan dan kejenuhan telah memuncak sedemikian rupa akhirnya perlawanan 
pun pecah, revolusi tidak bisa dihindari. Seluruh penghuni Manor Farm bersatu 
padu melawan Mr. Jones.

Yang menjadi pemimpin dalam gerakan perlawanan ini tentu saja para babi yang 
merupakan binatang paling cerdas diantara para binatang yang ada di Manor Farm. 

Pendeknya, dibawah komando para babi, binatang-binatang di Manor Farm akhirnya 
bisa mengusir Mr.Jones dan antek-anteknya keluar dari Manor Farm. Para 
binatangpun merayakan kebebasan. Lagu "Beast of England" pun berkumandang 
dimana-mana. Semua yang mengingatkan tentang Mr.Jones dihancurkan. Plang nama 
MANOR FARM di gerbang tanah pertanian ini pun diturunkan diganti dengan nama 
baru ANIMAL FARM sebagi bukti bahwa tanah pertanian ini sepenuhnya milik para 
binatang.

Setelah manusia berhasil diusir, kini para Babi lah sekarang memimpin para 
binatang. Tapi tentu saja tidak seperti manusia yang menempatkan diri sebagai 
makhluk dengan status paling tinggi diantara para makhluk penghuni tanah 
pertanian, kali ini babi memimpin dengan status yang (katanya) sama dengan 
binatang-binatang lainnya. 

Dalam deklarasi kemerdekaan, para babi menegaskan semangat awal kemerdekaan 
yaitu para binatang tidak boleh meniru kebiasaan manusia, seperti berpakaian, 
minum alkohol dan tinggal di dalam rumah. Pasca kemerdekaan itu disepakati 
bahwa para binatang tidak boleh menempati rumah bekas tempat tinggal Mr. Jones, 
karena rumah itu merupakan simbol kesewenang-wenangan Manusia. Rencananya rumah 
itu akan dijadikan semacam monumen perjuangan.

Dalam perjalannya, ketika Manor Farm yang kini telah berganti nama dengan 
Animal Farm ini sepenuhnya dikelola para binatang sendiri di bawah kepemimpinan 
para babi, para pemimpin baru ini semakin lama semakin nyaman dengan kekuasaan 
yang mereka miliki  dan mulai merasakan nikmatnya menyandang status pemimpin. 
Lama kelamaan merekapun berusaha mempertahankan kepemimpinan itu dengan 
berbagai cara.

Dalam perjalanan waktu, ide awal kesetaraan antar sesama binatang pun berubah 
menjadi semua binatang adalah setara, kecuali babi yang statusnya 'lebih 
setara' dibanding binatang lain.

Karena sudah terbiasa hidup nikmat, para babi pun ingin tetap mempertahankan 
bahkan kenikmatan yang mereka dapat. Dengan alasan untuk lebih meningkatkan 
kesejahteraan penghuni Animal Farm, para Babi kemudian menggalang kerja sama 
dengan pemilik peternakan lain dan juga para pedagang penampung hasil pertanian 
yang nota bene adalah manusia yang merupakan musuh para binatang.

Apa yang dilakukan para Babi ini jelas bertentangan dengan semangat awal 
berdirinya Animal Farm, tapi dengan berbagai argumen yang didapat dengan 
menafsirkan ulang ide awal kemerdekaan. Di depan para binatang bodoh penghuni 
Animal Farm, para babi dengan mudah mendapatkan alasan untuk menjustifikasi apa 
yang mereka lakukan.

Pada akhirnya para Babi yang sekarang menjadi penguasa menggantikan Mr. Jones 
pun bertransformsi dengan sempurna menjadi penindas baru bagi para binatang 
yang menghuni Animal Farm, perilaku mereka pun dari hari ke hari semakin mirip 
dengan manusia. 

Di akhir cerita dikatakan, para Babi tidak lagi tinggal di kandang bersama para 
binatang, mereka pindah ke rumah peninggalan Mr. Jones. Mereka mulai minum 
anggur dan dari hari ke hari persahabatan yang mereka jalin dengan manusia pun 
semakin erat. Para babi pun semakin lama semakin merasa asing dengan cara hidup 
dan cara berpikir para binatang, mereka bahkan sama sekali tidak lagi paham 
segala kegelisahan dan permasalahan yang terjadi di dunia para binatang.

Pada akhir cerita orwell menceritakan para Babi mengadakan pesta di Animal 
Farm, di rumah peninggalan Mr. Jones. Pesta itu tentu saja dihadiri oleh banyak 
Manusia yang menjadi sahabat baru mereka sekarang. Sementara para binatang 
hanya bisa menyaksikan pesta mewah tersebut dari dalam kandang.

Sebagai penutup Novel ini Orwell menuliskan;

"The creatures outside looked from pig to man, and from pig to man again; but 
already it was impossible to say which was which"

Wassalam

Win Wan Nur
www.winwannur.blog.com
www.winwannur.blogspot.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke