Bocah-bocah Pun "Surati" SBY soal AntiKorupsi





 

FRANS AGUNG
Masyarakat yang mengisi akhir pekannya untuk bersantai di Istora Senayan 
menyempatkan diri menuliskan harapannya pada SBY agar korupsi dituntaskan, 
Minggu (22//11). Kain 30 meter x 1 meter dalam 1 jam sudah dipenuhi tulisan 
tangan ratusan orang.










Minggu, 22 November 2009 | 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik KPK dan Polri tampaknya menjadi momentum untuk 
menyosialisasikan antikorupsi sebagai budaya baru. Dengan dukungan pemberitaan 
media, dalam waktu singkat isu antikorupsi sudah sampai kepada anak-anak.
Millah (12) yang masih berseragam sekolah dengan tekun menuliskan pesan kepada 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atas punggung Dawi, temannya. "Pak SBY, 
tolong bantu rakyat yang kurang mampu karena banyak pengemis di jalan yang 
meminta-minta uang," tulis Millah dalam aksi antikorupsi yang diselenggarakan 
oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) di Istora Senayan, Jakarta, 
Minggu (22/11) pagi.
Kemudian, Millah bersama Dawi menempelkan harapannya itu di "pohon harapan". 
Menurut perempuan yang bersekolah di SMP Sumpah Pemuda kelas I itu, masih 
banyaknya orang miskin karena korupsi terus merajalela. "Korupsi itu mengambil 
uang orang lain. Saya tidak setuju dengan korupsi," ujarnya.
Dukungan kepada Presiden juga diberikan oleh Nabila (9). Dengan tenangnya, 
murid SD kelas IV ini menempelkan secarik kertas putih di pohon harapan. 
"Korupsi dihentikan, jangan ada lagi," tulisnya.
Beberapa harapan lain yang ditempelkan di pohon itu adalah "Pak SBY, yang 
dilanjutkan bukan korupsi", "Wahai para pemimpin, tanggung jawabmu di dunia dan 
akhirat", "Keadilan di Indonesia masih bisa dibeli, berbahaya", dan ada juga 
yang sangat keras, "Gantung saja Anggodo di sini".
Selain itu, harapan masyarakat yang kebetulan sedang menghabiskan waktu akhir 
pekan sambil berolahraga ringan menuliskan harapannya di kain dengan panjang 30 
meter dan lebar 1 meter sebanyak dua buah.
Berikut beberapa tulisan mereka, "Yang baru tertangkap hanya buntut cicak. 
Kepala sama badannya belum. Terus berjuang untuk menuntaskan kasus Century. 
Berjuang cicak," tulis FPMJ. "Pulangkan buaya pada habitatnya," Riezky 
Delastama.
Dan, dari tanpa identitas menuliskan, "Katakan yang benar walaupun penuh 
risiko, habiskan korupsi." Semua harapan masyarakat ini, menurut Mirza Ahmad, 
anggota Kompak, akan dikumpulkan dan disampaikan kepada Presiden. "Besok pagi 
akan kami kirim," ucap Mirza.
#yiv2079706816 .indosat {font:bold italic 12px Tahoma;}

Sent from Indosat BlackBerry powered by  
ONE

Editor: Glo 



http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau 
Windows Mobile Phone Anda


      __________________________________________________________________
Make your browsing faster, safer, and easier with the new Internet Explorer® 8. 
Optimized for Yahoo! Get it Now for Free! at 
http://downloads.yahoo.com/ca/internetexplorer/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke