Halah, jangan ngawurlah, Mase. Yang dikeluarkan KPK untuk Anggoro adalah 
perintah cegah keluar negeri, BUKAN perintah tangkal masuk ke dalam negeri. 
Waduh, sampeyan ini kok mulai kacau toh?
 
Soal kasus suap KPK, kenapa penyidikan pulisi kok mampetnya di Ary Muladi? Lha 
Yuliantonya mana, Mase? Dicari dong ah. Mosok pulisi kaga bisa nemu? Emangnya 
Yulianto itu bangsa jin?
 
Hehehe, yang mau cari penyelesaian di luar hukum itu SBY. Lupa ya sampeyan 
saking cintanya sama SBY? Yang direkomendasikan Tim-8 adalah penghentian 
penyidikan karena tak ada cukup bukti. Dan ini masih di dalam wilayah hukum, 
Mase. Itu resmi ada, bukan hasil arisan. Baik pulisi maupun jaksa punya 
wewenang menghentikna penyidikan dan ini berdasar perundang-undangan. Jadi, 
sama sekali bukan "di luar hukum". Coba dilurusken dululah konsep-konsep Anda 
ini.
 
Korupsinya Anggodo bisa disidik KPK, Mase. Tapi itu soal fitnah nama SBY, dan 
rencana menghabisi Chandra di penjara, itu bukan urusan korupsi. Itu urusan 
kriminal. Jadi tulung sampaikan sama teman-teman intel Anda, mbok diurus itu si 
Anggodo. Malu lho kalo sampai dia dikasih seragam polisi...apalagi kalo 
akhirnya diangkat jadi Kapolri :)
 
manneke
 


--- On Tue, 11/24/09, Suhaimi <[email protected]> wrote:


From: Suhaimi <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Polisi Oh Polisi
To: [email protected]
Received: Tuesday, November 24, 2009, 9:11 PM


 



Pak'e Manneke,

Bibit-Chandra dalam menetapkan cekal terhadap, anggoro tidak cermat, sebab saat 
Bibit-Chandra menetapkan cekal terhadap ybs, ybs sedang ada diluar negeri, 
sehingga ybs ga bisa balik ke Indonesia.
Sementara itu ybs ngerasa dah kasih sejumlah uang ke para pejabat KPK (ini 
terlepas nyampe ato ga ato bahkan cuman diembat ame si ary muladi cs) karena 
itu si anggoro ini ngadulah ia ke kabareskrim dan ketua KPK antasari azhar saat 
itu karena do'i merasa dipalakin ame oknum KPK so, sebagai mana semua olang tau 
saat itu pan kabareskrim lage bersitegang ame Bibit-Chandra soal penyadapan, eh 
ditambah pulak si antasari azhar nimbrung bahwa di laptopnya ada bukti lain 
alias testimoni.
Intinya saya menyayangkan ketidakhati- hatiannya si Bibit-Chandra saat 
mengeluarkan cekal, sehingga memberikan celah bareskrim masuk.
Itulah sebabnya saya berpendirian agar kasus Bibit-Chandra ini dibawa ke 
Pengadilan agar semua persoalan-persoalan tersebut diungkap diruang sidang 
pengadilan sehingga semua bisa dipertemukan dalam satu ruangan guna menguji 
kesahihan buktinya masing-masing.

Trus masalah para aparat hukum dan pengadilan kita itu "Bobrok" ya Nenek Minah 
juga tau Pak'e...tapi bukan berarti karena itu lantas mencari penyelesaian 
diluar jalur hukum..

Trus masalah anggodo dkk, tenang aja Pak'e penanganannya kini dah diserahin 
oleh pihak polri ke KPK.

Salam hangat,
Suhaimi

Kirim email ke