PDI-P Usulkan Nama Pansus Hak Angket Skandal Century




 

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Century Bank







Artikel Terkait: 

Pansus Century Harus "Jadi" Sebelum Reses 
Pramono: Kasus Miranda Goeltom Bisa, Century Pun Bisa 
Keluarkan Kebijakan "Bail Out", Boediono-Sri Mulyani Tidak Bisa Diadili 
Incar Ketua Pansus, Partai Demokrat Salahi Etika Politik 

Kamis, 26 November 2009 | 15:40 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu


JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusulkan, 
panitia khusus hak angket yang akan mencoba membongkar kasus dana talangan Bank 
Century senilai Rp 6,7 triliun dinamai Pansus Hak Angket Skandal Century. Lho, 
kok?

"Iya, karena skandal sudah mengandung makna negatif," ujar anggota Fraksi 
PDI-P, Effendi Simbolon, Kamis (26/11) di DPR.

Dia mengatakan, dalam memilih pimpinan pansus, Fraksi PDI-P akan mengusulkan 
penggunaan asas kepatutan, bukan proporsionalitas. Asas proporsionalitas 
menyebutkan, fraksi dengan komposisi terbesar akan menjadi pimpinan sidang.

"Tidak proporsionalitas, tapi kepatutan. Patutkah partai yang dari awal menolak 
pengusulan hak angket menjadi pimpinan? Kami mengimbau agar Partai Demokrat 
berbesar hati," ujar Effendi.

Secara terpisah, Maruarar Sirait selaku inisiator hak angket mengatakan, 
setidaknya ada empat kriteria dasar yang harus dipertimbangkan masing-masing 
pimpinan fraksi dalam memilih calon anggota pansus. Keempat kriteria dasar 
tersebut adalah tidak bisa dibeli/disuap, tidak bisa ditakut-takuti/ditekan, 
tidak bisa dibodoh-bodohi, dan memiliki rasa malu.

"Ini harus jadi kriteria dasar. Ini kesempatan DPR untuk menyatu dengan arus 
besar yang ada di Indonesia sekarang, yaitu kepentingan publik. Kita sebagai 
wakil rakyat harus mewakili kepentingan publik," kata Maruarar.

Dia mengusulkan, rapat-rapat pansus hak angket atas kasus Bank Century 
sebaiknya terbuka untuk media agar publik dapat mengikuti perkembangannya. 
Selama ini, memang terjadi kekhawatiran bahwa para anggota dewan tidak mampu 
mengungkap kasus Bank Century karena praktik suap.

"Saya minta publik awasi kami. Ini memang perlu dikawal dari luar. Awasi kami 
satu per satu. Kalau perlu sadap telepon para anggota pansus," kata Maruarar.
.indosat {font: bold italic 12px Tahoma;}

Sent from Indosat BlackBerry powered by  


      __________________________________________________________________
Looking for the perfect gift? Give the gift of Flickr! 

http://www.flickr.com/gift/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke