Memang agak mengherankan juga kita ini.

[mungkin] Melalui wartawan kita berharap Menteri Keuangan Republik Indonesia 
harus banyak bicara soal yang menyangkut Bank Century.

Pada hal mungkin, kalau Sri Mulyani - Menteri Keuangan Republik Indonesia rajin 
beri komentar sesuai yang diketahuinya, maka kita mengeluh pula: 'Sri Mulyani 
jual kecap !'.

Mungkin juga kita pada lupa bahwa, Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan Republik 
Indonesia dan Doktor di-bidang nya ?.

Atau kita lupa pula mengamati bahwa, pelayanan pajak - di bawah Departeman yang 
dipimpin Sri Mulyani - sudah semakin baik ( meskipun belum pula sempurna ).

Tentu saja Menteri Keuangan Republik Indonesia tidak perlu harus memberi 
keterangan versi baru selain yang sudah disampaikannya di depan Komisi XI, 
untuk nantinya bisa dipandang tidak konsisiten.

Mungkin baik juga kita ingat bahwa Sri Mulyani pernah memilih mundur dalam 
peristiwa Bumi Resource, kalau kebijakan yang sudah benar di intervensi.

Lalu, kita tidak pernah membicarakan keteledoran bin kebodohan para nasabah 
Bank Century yang membeli tanpa analisis produk yang dijual oleh Bank Century. 
Uang besar dimainkan di bank kecil, kan sudah kelihatan b...h nya. Main judi 
bro.....?
Lalu, kalah main judinya, mau nuntut bandar. Rakus.

Kira-kira kita percaya nggak ya, bahwa Sri Mulyani demikian bodohnya ?. 
Bagaimnana para alumni Universitas Indonesia, apa pendapatnya ?
Misalnya, berani kah Universaitas Indonesia mengatakan bahwa, alumni nya yang 
sat ini menjabat Menteri Keuangan Republik Indonesia memang melakukan 
kebodohanyang disangkakan oleh publik ?.

Lucu-lucu sekali negeri kita ini ya...?

Salam.
_____________________________________________
"Agus Hamonangan" <agushamonan...@...> wrote:
>
> Laporan wartawan Persda Network Rachmat Hidayat
>
> JAKARTA, KOMPAS.com — Tak ada pernyataan apa pun yang disampaikan Menteri 
> Keuangan Sri Mulyani saat dicecar para wartawan untuk mau berkomentar terkait 
> hasil investigasi BPK terhadap aliran dana Bank Century sebesar Rp 6,7 
> triliun, Rabu (25/11). Seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR—membidangi 
> masalah keuangan dan perbankan—Sri Mulyani dengan raut muka tenang, sesekali 
> tersenyum simpul, pergi meninggalkan kerumunan para kuli tinta.
>
> Salah seorang anggota Komisi XI, Andi Rahmat (PKS), saat dimintai komentar 
> atas sikap diam Menkeu, mengaku bisa memaklumi hal itu. Menurut Andi, sikap 
> diam Menkeu mungkin karena sehari sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani sudah 
> memberikan hak jawab atas hasil investigasi BPK yang sudah diserahkan ke DPR 
> setebal 570 halaman itu. "Saya menghargai sikap Menkeu, apalagi beliau sudah 
> memberikan hak jawab kemarin," kata Andi.
>
> Andi kemudian mengungkapkan, apa yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani 
> sebenarnya sudah pernah disampaikan di DPR periode sebelumnya. "Jadi, tidak 
> ada yang istimewa karena sudah pernah dikatakan sebelumnya. Hasil audit BPK 
> jelas, menyatakan adanya pelanggaran terhadap aliran dana itu. Jadi, siapa 
> pun tidak bisa lagi merekayasa, dan seharusnya Wapres Boediono juga bisa 
> memberikan keterangan seperti Menkeu," ungkap Andi.
>
> Saat rapat dengar pendapat antara Komisi XI dan Menkeu Sri Mulyani yang juga 
> diikuti pejabat sementara Gubernur BI, Darmin Nasution dan Menteri ESDM 
> Darwin Saleh, para wartawan juga sempat protes karena tak bisa mengambil 
> gambar.
>
> Persda Network Rachmat Hidayat
>
> Editor: Edj
>
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/25/1523071/sri.mulyani.memilih.diam
>


Kirim email ke