1.Dengan diterapkannya FTA, biaya masuk impor menjadi 0% untuk produk 
manufaktur (sebelumnya sejak 2005 sudah diberlakukan untuk produk pertanian) 
sehingga memungkinkan barang-barang dari China bisa lebih leluasa mendominasi 
pasar dalam negeri. 

2.Selama ini terjadi defisit dalam neraca perdagangan Indonesia dengan China. 
Data BPS pada Januari-April 2009, nilai impor barang dari China mencapai US$ 
3,7 miliar sehingga menguasai pangsa pasar barang impor Indonesia. Sejak 2005 
lalu, surplus perdagangan Indonesia terhadap China terus  menurun hingga 
menjadi defisit US$ 3,61 miliar pada 2008. 

3.Daya saing produk Indonesia masih lemah akibat praktek ekonomi biaya tinggi 
dalam proses produksi dan distribusi, sehingga kita tidak bisa menjual dengan 
harga yang murah seperti produk China

4.Kesepakatan FTA ASEAN dengan China dilakukan secara sepihak oleh pemerintah 
tanpa melibatkan para pengusaha dan asosiasinya yang akan terkena dampak dari 
kebijakan tersebut.

5.Perlindungan pemerintah (soft protection) terhadap pelaku bisnis dalam negeri 
masih kurang. Seharusnya kebijakan pemerintah berpihak kepada pelaku usaha 
dalam negeri, seperti memberikan insentif pajak, penyederhanaan perizinan, 
dukungan kredit ekspor, listrik, dan tanah.

6.Kerugian industri nasional dengan penerapan perdagangan bebas ASEAN-China 
akan jauh lebih besar dari dana kasus Century Rp 6,7 triliun (Faisal Basri). 
Kerugian itu timbul karena akan semakin menurunnya kemampuan produksi industri 
dalam negeri akibat pasar semakin dibanjiri produk asing.

7.Dengan membanjirinya produk dari China, industri dalam negeri terancam gulung 
tikar. Sebelum FTA saja, industri tekstil nasional banyak yang tutup akibat 
serbuan tekstil China yang murah

8.Kalau industri nasional banyak yang tutup, sudah pasti akan terjadi PHK 
massal, serta angka pengangguran akan semakin bertambah banyak, akibatnya 
rakyat juga yang jadi korban.

9.Produk China bisa jauh lebih murah karena praktek dumping (menjual lebih 
murah dari harga di negara asal) atas sejumlah produk seperti sepatu, tekstil, 
bahan kimia, baja dll yang diimpor dari China. Harga produksinya juga lebih 
murah karena buruhnya diupah sangat rendah tidak manusiawi, ada yang 
memperkerjakan para tahanan di kamp kerja paksa tanpa bayaran.

10.Selain mutunya di bawah standar, produk China diketahui banyak yang 
berbahaya bagi kesehatan.  Ingat kasus susu beracun yang mengandung melamin 
yang berasal dari China, serta produk China lainnya yang berbahaya seperti 
permen, mainan anak, obat-obatan, dan lain-lain


The Sebar Institute



SILAKAN BERI DUKUNGAN GROUP DI FACEBOOK
Tolak Free Trade Area ASEAN dengan China, Lindungi Industri Dalam Negeri
http://www.facebook.com/gettingstarted.php#/group.php?v=info&ref=mf&gid=359734330312


Kirim email ke