ini yg kadang 2x menyebabkan aku lebih cemas dan paranoid sama polisi 
dibandingkan ketemu hantu/gandaruwo/kuntilanak/kalongwewe. klo makhluk2x halus 
ini cuma bisa nakutin aja, tp klo polisi, selain nakutin bisa juga mukulin dan 
masukin org ke penjara..

:-)

peace
lubeck

  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, December 06, 2009 8:07 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pengamat Sejarah UI Digebuki Polisi


    
  DEPOK, KOMPAS.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan polisi kembali terjadi. 
Kali ini korbannya pengamat sejarah dari Universitas Indonesia JJ Rizal. 
Peristiwa pemukulan tersebut terjadi Sabtu (5/12) malam di bawah jembatan 
penyeberangan Depok Town Square (Detos) sekitar pukul 11.45.

  "Semalam saya naik KRL terakhir dari Tebet lalu turun di Pondok China. Begitu 
saya turun, biasanya saya naik ojek tapi saat itu tidak ada. Karena jalanan 
sudah gelap sekali dan katanya di daerah situ rawan pembegalan, saya memutar ke 
depan lewat depan mal. Itulah kira-kira waktunya," kata Rizal saat dihubungi 
Kompas.com, Minggu pagi.

  Rizal menceritakan, saat menyusuri jalanan tiba-tiba di bawah jembatan 
penyeberangan Detos ia disergap lima orang. Ia pun spontan melawan dan 
berteriak mencari perhatian karena terbayang menjadi korban kawanan kriminal. 
Semakin ia berontak, kelima orang tersebut semakin kuat meringkus.

  "Bahkan dua orang menodongkan pistol, satu masih dengan sarungnya, satunya 
lagi sudah telanjang. Saya kemudian diseret dan mulai dipukuli makin keras," 
ujar Rizal. Peristiwa pemukulan tersebut, kata Rizal, diperkirakan berlangsung 
sekitar lima belas menit.

  Ia baru tahu bahwa yang memukulinya adalah aparat polisi setelah satu orang 
di antaranya mengeluarkan kartu anggota setelah pemukulan mulai mereda. Rizal 
melanjutkan, ia pun akhirnya dibawa ke Polsek Beji, Depok untuk diperiksa.

  Namun, hasil pemeriksaan memastikan kalau Rizal korban salah tangkap. Selama 
diperiksa, kata Rizal, ada empat orang lainnya yang juga diperiksa. Ia tidak 
tahu apakah mereka benar bagian komplotan penjahat kriminal yang sedang diburu 
polisi atau sama-sama korban salah tangkap seperti dirinya.

  Setelah bisa keluar, ia langsung memeriksakan diri ke RS Mitra Keluarga untuk 
meminta visum. Rizal mengaku akibat pemukulan tersebut mukanya lebam, bibir 
pecah, mata perih, bagian jidat terasa nyeri, dan kuping mendengung.
  Sent from Indosat BlackBerry powered by 

  WAH

  Editor: wah 

  
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/06/08110277/pengamat.sejarah.ui.digebuki.polisi



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke