Lho...saya sendiri yang di Batan juga tahunya kok mbulet terus. Katanya siap mendukung beradanya PLTN, tetapi kalau ditanya siapnya itu seperti apa, jawabannya mbulet terus....jadi apa-apa sukanya emang mbulet terus...biar kelihatan ngerti dan menguasai, tetapi kalau ditanya yang direncanakan kok kacau balau...dan dijawab lagi dengan mbulet.....
Lihat saja logikanya. mosok yang tidak mau ada PLTN saat ini dibilang malah senang karena bisa buat proposal lagi. Bukanya yang suka buat proposal yang aneh-aneh itu adalah yang maunya dapat SPPD terus karena bisa dapat duit. Belum lagi dengan buat seolah ada yang lebih cocok untuk tempat PLTN maka bisa dijadikan alasan utuk pergi ke tempat yang berlainan. Bangka-Belitung itu kebutuhan listriknya berapa. Layak atau tidak bila ada PLTN di tempat itu? Kok malah dibelokkan karena di situ ada sumber thorium. Emangnya ada yang mau bangun PLTN di Bangka-Belitung dengan bahan bakar thorium?? Negara atau perusahaan mana itu?? Jangan suka mbulet dan malah membodohi orang yang tidak ngerti, nanti malah kelihatan jelas jiwa suka ngakalinya. Kalau Bangka-Belitung sangat butuh listrik, emangnya PLTN yang paling cocok? Siapa yang ngomong? Yang ngomong paling orang Batan, karena pingin bisa buat proposal lucu untuk main ke Bangka-Belitung. Soal rencana buat PLTN di Madura yang dikaitkan dengan ngakali kalau Madura butuh air tawar dari air laut, dan katanya mau pakai SMART. Lha SMART-nya sendiri di Korea sono belum dibuat dan diuji coba. Terus karena ketahuan, maka dicari alasan bahwa SMART belum proven. Lalu bagaimana gebar-gembornya Madura butuh air tawar itu, nyatanya pemerintah tidak menggantinya dengan proses lain khan....jadi waktu awalnya itu NGAKALI atau bukan? andry --- In [email protected], sawung <dsaw...@...> wrote: > > Duit buat bikin PLTN nya dari mana ya? > Kalo duitnya dari asing yang nentuin pembangunannya dimana dan jenisnya apa > ya mereka. > Acara-acara yg saya ikuti tentang rencana PLTN selalu gak bisa jawab jenis > apa yang sebenernya mau dibangun mbulet aja jawabannya. > > regards
