Quote: ".. JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Antikorupsi Sedunia pada hari Rabu (9/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan bahwa ia berada di baris paling depan bersama elemen pemberantasan korupsi untuk memimpin jihad melawan korupsi. .."
Tapi bagi Pak Susilo jauh lebih enak menghadiri acara di Bali ketimbang bersama para penggiat antikorupsi.. Memang enak jadi pejabat.. bisa lebih gampang ngemeng".. klaim & seolah-olah.. Tampil saja di depan tv akan memimpin pemberantasan korupsi.. mengaku" sudah berbuat banyak bla bla bla.. giliran ada aksi rakyat yang benar, malah 'kabur'.. setelah sebelumnya menebar 'teror dan fitnah'.. CMIIW.. -- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank.blogspot.com Pada 9 Desember 2009 07:04, Agus Hamonangan <[email protected]>menulis: > > > JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Antikorupsi Sedunia pada hari Rabu > (9/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan bahwa ia berada di > baris paling depan bersama elemen pemberantasan korupsi untuk memimpin jihad > melawan korupsi. > > Seruan tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono dalam pernyataan khusus > mengenai peringatan Hari Antikorupsi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa > malam. > > Namun, diingatkan oleh Presiden agar para aktivis yang menggelar unjuk rasa > untuk peringatan ini tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang ingin > membonceng dan menodai aksi antikorupsi. > > Pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan, > pemerintah akan dianggap tidak mendukung pemberantasan korupsi jika tidak > mendukung dan melindungi aksi masyarakat pendukung pemberantasan korupsi > hari ini. > > Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri meminta > masyarakat tidak khawatir terhadap unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi > Sedunia hari ini. > > Kekhawatiran itu, menurut Bambang, tidaklah diperlukan mengingat aksi-aksi > yang akan digelar justru dilakukan oleh elemen masyarakat dan komponen > bangsa sendiri. Dia berharap kehadiran seluruh komponen itu justru bisa > memberikan dorongan pemberantasan korupsi. > > Imbauan agar unjuk rasa berlangsung damai juga disampaikan mantan Ketua > Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah A Syafii Maarif. "Jangan rusak aksi > karena itu tujuannya besar, memberantas gurita korupsi," katanya. > > Pesan senada disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang juga Penasihat > Gerakan Indonesia Bersih, Din Syamsuddin. "Kepada seluruh peserta, jaga > etika dan ketertiban. Jangan terpancing kemungkinan adanya upaya provokasi," > ujar Din. > > Usman Hamid, penggiat Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, menyatakan, > untuk mengantisipasi adanya penyusupan massa yang hendak membuat kerusuhan, > mereka siap menarik kembali massa dan membatalkan aksi. Selain di Jakarta, > rencana aksi juga berlangsung di daerah. > > Semalam, sejumlah tokoh beserta pemuda dan mahasiswa menggelar acara > refleksi Hari Antikorupsi Sedunia di pelataran Gedung Pusat Dakwah PP > Muhammadiyah, Menteng, Jakarta. Mereka berorasi menyerukan gerakan > pemberantasan korupsi di Indonesia. > > Di parlemen, anggota Dewan Perwakilan Daerah, I Wayan Sudirta, mengatakan, > untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi, DPD telah membentuk kaukus > antikorupsi anggota DPD. Lewat kaukus yang sekarang sudah didukung oleh 79 > dari 132 anggota DPD ini, mereka ingin membersihkan Indonesia dengan dimulai > dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. (edn/jos/nta/sut/aik/abk/day/nwo) > > > http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/09/05122067/sby.pimpin.jihad.lawan.korupsi > [Non-text portions of this message have been removed]
