Kabar Buruk REDD di Copenhagen Oleh Bernadinus Steni, HUMA/CSF Indonesia
Sepulang demonstrasi panjang dan melelahkan bersama masyarakat sipil dunia dan warga negara Denmark yang peduli pada COP 15 Copenhagen pada 12 Desember 2009, beredar teks non-paper hasil kerja sub-kontak REDD. Teks REDD versi 12 Desember ini hanya mencantumkan safeguard dalam pembukaan. Diantaranya, tentang pengakuan hak masyarakat adat sebagaimana tertera dalam UNDRIP dan keterlibatan mereka secara penuh dalam proses REDD. Kedua, safeguard disebutkan untuk melindungi konversi hutan alam. Baca selengkapnya di www.jatam.org dan www.csoforum.net ------------------------------------ Civil Society Forum on Climate Justice (CSF) merupakan forum jaringan nasional yang beranggotakan organisasi masyarakat sipil, yaitu AMAN, FWI, Huma, ICEL, IERS, IHSA, IPPHTI, KpSHK, IYF, JANGKAR, Kehati, Kemala, Pelangi, DTE, JATAM, KIARA, KRKP, Latin, Nastari, Raca Institute, Sawit Watch, Satu Dunia, SBIB, Soliper, Telapak, TI- Indonesia, dan WALHI. Forum ini bertujuan menjawab tantangan-tantangan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. CSF percaya permasalahan perubahan iklim tidak terlepas dari persoalan keselamatan manusia (*Human security*), hutang ekologis (*Ecological debt*), hak atas lahan (*Land right*) dan produksi-konsumsi (*Production consumption*)-- disingkat H.E.L.P, yang belum sepenuhnya dijamin negara. ==================================== [Non-text portions of this message have been removed]
