Maaf semuanya, tetapi saya tidak suka mie Aceh. walaupun saya selama satu tahun di Banda Aceh, tetapi kok tidak begitu menyukai mie tersebut. Kalau ayam tangkap cukup lumayan untuk dinikmati. Namun kok banyak sekali "sampah: nya ya? maksud saya daun-daun yang berserakan dicampur dengan ayam. Saya lebih menyukai makanan kecil Aceh, yang tidak bisa didapat di Jakarta. Saya juga senang minum teh tarik Aceh di kedai kopi disana. Kalau kari ayan atau kambing dari Aceh saya suka banget. Apalagi jika dimakan dengan roti jala. tetapi roti jala kok hanya bisa ditemukan di Medan, ya? saya keliling mencari roti jala di Banda Aceh, tapi tidak ada yang tahu dimana bisa ditemukan. Yuli
____________ _________ _________ __ Dari: Tengku Muhammad Dhani Iqbal <tengkudhaniiqbal@ gmail.com> Kepada: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com Terkirim: Jum, 18 Desember, 2009 21:11:09 Judul: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Mie Aceh *Mie Aceh* Oleh Diu Oktora Mie Aceh dibuat dengan rempah-rempah yang khas dan termashyur. Inilah jenis kuliner yang mampu menggedor imajinasi Anda pada makanan. Di Banda Aceh, salah satu tempat “jempolan” yang menjual mie kepiting adalah di kedai Mie Razali. Kedai yang terletak di Jalan Panglima Polim ini setiap harinya ramai dikunjungi pembeli. Di sini orang tidak hanya memburu mie kepiting, tetapi juga versi lain, seperti mie udang, daging, atau seafood. Mie Aceh dapat dicicipi dengan dua cara, yakni digoreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa, Anda bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Mie kepiting biasanya disantap ketika masih hangat, tentu dengan tak melupakan emping dan acar bawang merah sebagai pendamping santapan. Dengan menyantap mie kepiting, Anda akan merasakan rempah-rempah khas Aceh secara kental. Rempah-rempah ini tidak hanya terasa di setiap helai mie, tetapi juga saat Anda menyantap daging kepitingnya. Selengkapnya klik *di sini <http://wisataloka. com/boga/ mie-aceh/>*. Salam, TM. Dhani Iqbal [Non-text portions of this message have been removed]
