Saya hanya pengen nanggapi(ato pertanyaan) yang satu ini,.. B. KITA HARUS MENCIPTAKAN PEKERJAAN (TERUTAMA UNTUK DI KANWIL) Pegawai yang "digusur" oleh pola Percontohan dan ditempatkan di Kanwil tidak perlu berkecil hati, jangan merasa sebagai "laskar tak Berguna". Banyak pekerjaan yang harus "digali" di Kanwil. Dan juga masih banyak kesempatan, tak lulus prima bukan berarti dunia runtuh..keep learning. Beliau mencontohkan tentang kegagalannya dalam beasiswa ke luar negeri di masa lalu.
Tanggapan: Klo jaman sekarang sih emang susah nyari kerjaan tapi harus bikin kerjaan, tapi sebagai PNS bukankah kerja kita dah diatur sesuai dengan tupoksi masing2, dan mungkin sekarang lebih ditekankan pada efektivitas dan efisiensi kerja khan(gimana cara nyelesain kerjaan), dan bukankah di kanwil2 pada umumnya dah kebanyakan pegawai??? Trus untuk apa mereka kesana???? Disisi lain banyak KPPN2 didaerah yang kekurangan pegawai karena "dicomot" KPPN P, nah bukankah disitu ada posisi lowong tu?? Kenapa g "dioper" aja kedaerah?? Loesi yakin klo didaerah pasti disambut dengan hangat karena memang ada yg kekurangan pegawai, daripada bejibun di kanwil pada "lontang- lantung" gitu,.....ntar dikira g ber"INTEGRITAS" khan jadi freepot tujuh turunan,...:D V n L --- In [email protected], amir syah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > D. D3 dan D4 Khusus dari Djpbn > Tahun ini Djpbn tidak mengirimkan wakilnya untuk mengikuti D3 / D4 > Khusus. Jadi secara tidak langsung, P Dirjen menyatakan bahwa surat > yang diisukan mengenai permintaan agar calon dari Djpbn tidak > diloloskan adalah benar adanya. Sebabnya karena dimasa yang lalu ada > lulusan D4 yang dinilai "tidak bermoral" oleh P Dirjen, misalnya > setelah lulus dan ditempatkan dengan membawa uang pindah ybs minggat. > Ulah oknum inilah yang disebut " karena nila setitik rusak susu > sebelanga" > > Tanggapan: > > Terlepas dari siapa yang berbicara dan benar tidaknya kutipan ini, ada ganjalan yang harus saya lepaskan karena saya benar2 kegelian karena statement ini:) > > Kalo pola pikir seperti ini yang dipakai, maka tidak salah kalau berlaku pula generalisasi seperti ini: > > * Untuk saat ini semua yang jadi pejabat "dinonjobkan", > Sebabnya karena dimasa yang lalu ada pejabat yang dinilai "tidak bermoral" oleh .... , misalnya setelah jadi pejabat dan ditempatkan dengan membawa uang pindah ybs KKN. > Ulah oknum inilah yang disebut " karena nila setitik rusak susu sebelanga" > > *Untuk saat ini semua yang berijazah S1/S2 tidak boleh ikut PI > Sebabnya karena dimasa yang lalu ada lulusan S1/S2 yang dinilai "tidak bermoral" oleh ..., misalnya kuliahnya asal2an demi dapet ijazah aja. > Ulah oknum inilah yang disebut " karena nila setitik rusak susu sebelanga" > > *Ada yana mau nambahin???? > ................................................................ > > "takut lah hanya pada ALLAH!!!" > > > --------------------------------- > Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
