Perubahan Apa di Forum Prima?
  Apa benar yang berubah hanyalah Nama?  Logo juga berubah. Moderator juga 
berkurang satu orang, yakni mas Guntur yang telah lama sekali statusnya “cuti 
di luar tanggungan negara”.  Yang agak aneh, nama Guntur sebagai moderator 
tidak hilang melainkan sekadar diberi tanda coret (lihat  A.G. Dwiyatmoko  di 
alamat milis Forum Prima di http://groups. yahoo.com/ group/forum-prima).
  Selain itu, aturan milis juga berubah dari unmoderated menjadi moderated.  
Hal lain lagi,  moderator (Aa Haq) juga minta kepada para anggota milis agar 
“Usahakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pastikan 
menyampaikan dengan kalimat yang santun”.
  Satu hal yang mungkin perlu dijelaskan lebih rinci oleh moderator, lebih baik 
lagi kalau disertai dengan contoh, adalah kriteria untuk menyeleksi pesan email 
yang akan dikenakan moderasi (tidak akan ditayangkan).  Saya sarankan agar 
semua aturan milis tersebut dibuat secara tertulis, sejelas mungkin untuk 
menghindari kemungkinan multitafsir, dan disampaikan kepada semua anggota milis 
(bagi anggota baru akan menerima aturan tersebut secara otomatis dari moderator 
segera setelah status keanggotaannya disetujui).
  Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kekompakan dan kerjasama di antara 
para moderator. Hal tersebut saya kemukakan karena Moderator dalam suatu forum 
diskusi (milis) biasanya hanya satu orang.  Tugas pokoknya adalah untuk 
mengatur agar proses diskusi, komunikasi antar peserta diskusi, dapat berjalan 
secara efektif.  Sejauhmana proses diskusi telah berjalan secara efektif dapat 
dilihat, antara lain, dari sejauhmana para peserta diskusi telah mendapatkan 
manfaat atau kepuasan melalui forum diskusi tersebut.  
  Salah satu titik rawan dalam forum diskusi adalah apabila perbedaan pendapat 
berkembang menjadi perselisihan (percekcokkan) antar individu, atau ada yang 
menyebutnya sebagai pembunuhan karakter.  Obyek yang diserang bukan lagi 
pendapat atau argumen, melainkan orang.  Pada saat itulah biasanya kehadiran 
Moderator sangat kita butuhkan. Moderator harus memoderate, atau bila perlu 
bahkan menghentikan sama sekali, perselisihan antar peserta diskusi tersebut.  
Dalam kondisi demikian, seringkali Moderator harus selalu siap untuk 
mendapatkan cap sebagai Otoriter dari sebagian peserta diskusi yang suaranya 
terpaksa ia bungkam/sensor/ban.
  Saya akan menyayangkan apabila milis kita ini tetap tidak berubah.  Atau yang 
berubah ternyata hanyalah Nama. Tentu saja yang kita inginkan adalah bukan 
sekadar berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.  Lalu, apa 
tolok ukurnya?   Barangkali tolok ukurnya adalah sejauhmana milis ini telah 
mendapatkan pengakuan dari banyak pihak yang menyatakan bahwa milis kita ini 
memang telah mampu “mendorong Ditjen Perbendaharaan…..menjadi institusi yang 
benar-benar bersih dan berpelayanan prima”.  Atau barangkali ada tolok ukur 
lain?  Misalnya, sejauhmana milis kita ini mampu menjadi tempat kita saling 
curhat, mengadu dan menyampaikan amarah kita.  Kita, dari pelaksana hingga 
pejabat yang menjadi anggota milis ini.


  Bagaimana Moderator?
   
  Salam,
  budisan     
   

       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke