Ayo.. temen.. temen.....
mungkin inilah waktunya kita berbuat sesuatu demi korp kita yang gonjang
ganjing ini..
mau diapakan, dikemanakan.... mereka.. temen temen kita yg ketiban abu nih...
karena pada kenyataannya temen temen yang ndak masuk KPPN percontohan adalah
bukan berarti tidak bermutu...
hanya karena ndak lulus test saja mereka harus minggir..
pada kenyataannya banyak mereka yg ndak lulus, ndak ikut test, atau ndak
diikutkan test.... punya integritas yg baik di DJPBN...
banyak dari mereka.. terutama teman teman angkatan muda, punya etos kerja yg
bagus, loyalitas tinggi, kemampuan tekhnis yang mumpuni, ...(bukan b.arti
angkatan lama ndak ada lhooo...) sebelum digulirkan namanya reformasi birokrasi
atau apapun namanya.... ternyata mereka sudah bersih diri..
mereka juga tidak mau nerima duwit dari mana.... apalagi amplop... sedangkan
uang lembur dari kantor pun banyak yg ndak mau ambil... karena pada
kenyataannya mereka ndak merasa kerja lembur di kantor....
Tapi pada kenyataannya mereka banyak yg ndak lolos test.... (Wallahu alam
bissawab..), dan pada kenyataannya ada juga temen temen yang terbiasa nerima
amplop, main fulus....... ternyata lulus......
Entahlah..... semuanya yg diAtaslah yg menentukan.....
Yang pasti potensi yg dimiliki temen temen kita masih tinggi, mereka punya
kualitas.
Lihat saja, diantara mereka masih mau membantu sebagian temen temen di kppn
percontohan.... walaupun mereka tahu TKPKN yg mereka terima ndak seperti
pegawai di KPPN percontohan, apalagi berharap TKT seperti peg. KPPN
Percontohan...
tapi mereka masih kerja dengan baik.... lebih dari pegawai lain.... padahal
cuma pegawai perbantuan .....
Nah... gimana....
Sekarang siapa punya usul.... sampaikan saja... entah diterima atau ndak...
siapa tahu bisa membantu babe babe ato emak emak kita di kanpus sana...
itu lebih baik daripada cuma menghujat.....
Ayoo... tunjukkan kita bisa membantu cari solusi.... ndak cuma bikin polusi...
ini juga buat temen temen kita juga......
dan yang pasti supaya kita juga bisa kerja lebih tenang...!!!!
Siapa tahu di bulan suci ini.. dengan dasar hati yg bersih kita bisa memberikan
advis yang taktis.... siapa tahu.....
Siapa tahu.... karena babe babe / emak emak di kanpus pun belum tentu tahu mau
dikemanakan, dibagaimanakan.....
Siapa tahu.... daripada kita tak mau tahu menahu.......
Alhaq Birrobbikum..
Mohon maaf ada kurang n salahnya.....
amir syah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Itulah
gunanya manajemen, memperbaiki hal-hal seperti ini. Kalo manajemen sendiri gak
tahu pegawainya harus ngapain, trus manajemen juga gak tahu potensi apa aja
yang ada dikantor, kok bisa jadi Manajer ya???
Usul:
Sebelum ngangkat pejabat (manajer), baiknya selain tes integritas, dites
juga kemampuan manajerial nya, jadi selalu punya pemikiran yang fresh dan up to
date untuk memajukan organisasi dan sumber daya yang ada khususnya sumber daya
manusia.
Just for better future:)
adekustiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sampai sekarang saya tidak habis pikir, kenapa pembentukan KPPN
Prima/
Percontohan tidak menyertakan alternatif solusi bagi pegawai yang
tidak tertampung pada KPPN Prima. Saya bukan tidak mendukung KPPN
Prima, saya sangat..sangat mendukung tetapi menurut hemat saya
pembentukannya KPPN ini harus diikuti kebijakan lain yang sejalan
antara lain pengaturan pegawai.
Melihat nasib temen-teman kita sebagai "Laskar yang Tergusur" dan
terdampar di Kanwil, hati kita jadi miris & sedih. Timbul pertanyaan
dalam hati saya "Akankah Ditjen Perbendaharaan mempertahankan pegawai
yang bejibun ini, sementara kerjaanya hanya "luntang-lantung"? Saya
setuju Betul SOP / Urjab yang sederet itu hanya akal-akalan biar
terkesan banyak kerja... kenyataannya....? Bidang PA saat ini banyak
bengongnya, Bidang AKLAP cukup beberapa gelitir orang saja..lainnya
dagang anggur...alias nganggur, Bidang PPBn sama saja walau agak
mendingan karena tiap hari dapat kiriman paket dari PT TASPEN....
Bagian Umum tiap hari memang selalu saja ada kegiatan tapi karena
pegawai banyak, sekali kedip kerjaan beres...
Sebelum ada pelimpahan saja orang Kanwil banyak "dagang anggur"
apalagi setelah ada pelimpahan... Wow.. pegawai kanwil lebih dari 200
orang !!! ngapain aja ya?
Gak kebayang deh kalau dapat tunjangan baru, dengan start grading
terendah, apa pertimbangannya untuk menaikan grade bila kondisinya
seperti ini?? Padahal semua pegawai pasti mengharapkan gradenya naik,
adapun dia luntang-lantung ya memang konsisinya seperti itu, luntang-
lantung bukan karena tidak mau kerja, juga bukan karena tidak
produktif. Mereka mau bekerja, kerjanya bagus, semangat...tapi wong
kerjaanya gak ada, mau apalagi, masak harus bantu2 ngepel di
kantor.... Lalu..?? di oper ke daerah...? seperti kata ibu
Veronica... ah kasian....mereka sudah berumur...banyak ibu-ibu.. dan
kebanyakan dari mereka pemalu bila bertemu dengan komputer.... Nah
lho...jadi gimana....? GAJI BUTA, UANG MAKAN BUTA, LEMBUR BUTA,
TUNJANGAN BUTA...MUDAH-MUDAHAN TIDAK MEMBUTAKAN MATA, HATI DAN
PERASAAN...
--- In [email protected], "Den
Loesi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya hanya pengen nanggapi(ato pertanyaan) yang satu ini,..
> B. KITA HARUS MENCIPTAKAN PEKERJAAN (TERUTAMA UNTUK DI KANWIL)
> Pegawai yang "digusur" oleh pola Percontohan dan ditempatkan di
> Kanwil tidak perlu berkecil hati, jangan merasa sebagai "laskar tak
> Berguna". Banyak pekerjaan yang harus "digali" di Kanwil. Dan juga
> masih banyak kesempatan, tak lulus prima bukan berarti dunia
> runtuh..keep learning. Beliau mencontohkan tentang kegagalannya
dalam
> beasiswa ke luar negeri di masa lalu.
>
> Tanggapan:
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]