Menanggapi tanggapan bung Hanafi...
Sebelumnya maaf, tapi gatel nih tangan rasanya pengen abis2an nanggapin nih
tanggapan..
sorry ya kalo ada yang tersinggung......

-------------------------------------
Sekadar ber-opini
Tugas belajar bukanlah HAK PEGAWAI. Melainkan Penugasan dari Kantor.
Namanya saja jelas : Tugas Belajar.
Jadi kita di kasih tugas sama kantor buwat belajar...

Jadi, misalnya sewaktu-waktu tidak diijinkan kantor... ya itu nasib.
Resiko...
Bukan bermaksud tidak berempati dengan rekan2 yang tidak lulus...
Tetapi, tindakan reaktif, lebih sering berakibat semakin tidak menyenangkan.

Hanya meluruskan ketika banyak yang bilang bahwa pendidikan adalah hak.
Dan itu benar, sudah ada di UUD.

Namun kondisinya adalah berbeda dengan Tugas Belajar.
Tugas Belajar adalah kewajiban, bukan hak.
Karena itu butuh izin dari pimpinan.
Karena harus meninggalkan jam dinas.
Padahal, posisi kita di kampus (entah di dalam maupun luar negeri)
Dimana status GAJI masih dibayar... (saya tidak bicara tunjangan de-el-el)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hal itu benar adanya dan QQ juga tahu hal itu....
tapi beda ceritanya kalo ada dua surat pemberitahuan yang masuk.....
1. soal D4 dan D 3 khusus STAN
2. soal beasiswa S1 dan S2 DJPB
yang notabene mohon diperhatikan keduanya berasal dari KANWIL II DJPB MEDAN
yang merupakan terusan dari surat SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL
PERBENDAHARAAN

mohon salahkan saya kalo salah........
di kedua durat itu tersebut bahwa kalo ikut satu, ga boleh ikut yang lainnya
dengan kata2...
"TIDAK SEDANG MENGIKUTI PROGRAM BEASISWA LAINNYA"

Lalu ketika QQ memutuskan untuk ikut Diploma 4 dan tidak memilih S1.......
lalu ketika tiba2 DJPB memutuskan untuk membatalkan D4.....

patutkah QQ berkata bahwa sampau pada tahap ini QQ merasa
TERTIPU........????
kalo emang D4 ga butuh.........kenapa ga dari awal kasih surat ralat....
"DJPB GA BUTUH D4, JADI SURAT PEMBERITAHUAN SOAL D4 DITARIK LAGI"
kayanya ga repot deh bikin surat pemberitahuan kaya gitu..........

Tapi THE FACT is........surat semacam itu ga ada sampe tahap pengumuman
HASIL UJIAN.....

SEKARANG..............kalo aja QQ tahu D4 bakal dibatalin.......
APAKAH QQ BAKAL MILIH D4........???

[mohon maaf....penggunaan huruf KAPITAL disini bukan marah, tapi untuk
menegaskan maksud aja....soalnya QQ ga tahu nih, begitu masuk milist, nih
penggunaan warna FONT dan BOLD ngefek apa kaga.....]

Rasanya jawabannya akan menjadi, "TENTU AJA QQ BAKAL GA BUANG2 TENAGA DAN
WAKTU UNTUK IKUT D4, TAPI LEBIH MILIH POKUS KE BEASISWA S1"

sekarang......................
apakah QQ bisa mengatakan kesalahan ini bukan di tangan QQ...namun di tangan
orang yang membuat kebijakan............???

terima kasih...sekian tanggapan untuk paragraph diatas.....
LANJUTTTTTTTTTT kebawah.................
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yang ingin saya komentari :

>> 1. Latar belakang pendidikan saya adalah Program Diploma III
Perbendaharaan Negara STAN, jadi saya lebih memilih melanjutkan pendidikan
saya melalui Program Diploma IV Akuntansi STAN;

well, saya juga lulusan D3, tapi yang sering saya dengungkan adalah, di STAN
mutu pendidikan sangat 'menyedihkan'.
Kualitas input tidak dibarengi dengan proses yang bagus... untungnya, yang
keluar bukan proses :
Garbage In -> Garbage Process -> Garbage beneran
Melainkan :
Kualiti di input -> Garbage di Proses -> Kualiti yang menurun dikit.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mohon maaf..........
tapi disini QQ ga membicarakan soal kualitas STAN... QQ hanya mengatakan QQ
background-nya STAN...jadi QQ lebig prefer D4 STAN..daripada S1..ribet soal
persamaan materi kuliah di awal tuh...duh apa namanya tuh.....hm......lupa
deh........

tapi kalo memperhatikan soal kualitas.........
Kayanya bung Hanafi termasuk yang kecewa nih sama proses pendidikan di
STAN.....

QQ emang ga bilang STAN itu pendidikannya okz banget atau yang kaya
gimana...
tapi......kalo penurut QQ....untuk disebut proses-nya sebuah 'GARBAGE'
kayanya keterlaluan deh...
sorry ya...soalnya QQ sakit hati aja.......proses belajar QQ tiga tahun di
STAN disebut 'SAMPAH' [kalo translate QQ bener...]

kayanya bukan deh...................
Buktinya.........gini deh...kalo anak Prodip satu KPPN se-indonesia pada
mogok......
kayanya...QQ taksiran deh KPPN itu bakal jalan............
[hanya sebuah teori yang belum teruji]
[dan bukan juga buat menandakan bahwa anak Prodip itu sombong dan sok
penting....]

Karena banyak temen2 QQ yang lulusan STAN [QQ ga tahu deh...] dan menurut QQ
mereka itu EXCELLENT.......dan meraka bukan hasil proses-an sebuah "GARBAGE
PROCESS"

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


>> 2. Lulusan Diploma IV STAN tidak harus mengikuti Ujian Penyesuaian
Kenaikan Pangkat (UPKP) untuk naik ke golongan III/a, sehingga hal ini akan
mempermudah dalam hal karier saya;

Semua yang namanya Tugas Belajar di PTK itu kan memang ndak pake UPKP.
Udah jelas di aturan kok.
Karir itu tidak hanya UPKP kok.
Kenapa tidak berminat dengan Jabatan Fungsional ?
yang jelas-jelas bisa naik pangkat 1 tahun sekali dan naik golongan 2 tahun
sekali ?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ya iya laaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh
PTK alias Perguruan Tinggi Kedinasan ya emang kaga pake UPKP........
tapi khan ini perbandingannya PROGRAM S1...........
QQ nanya balik............ S1 universitas-universitas bangsa UI, UGM [yang
konon masuk TOP 50 itu]... pake UPKP ga kalo mau naik jadi III/a
...................???

dan UPKP itu bukannya sulit atau apa...tapi kalo bisa tidak pake UPKP kenapa
pake...?
ibarat kata Gus Dur..."Gitu aja kok Repot.."
QQ mah orangnya ga mau repot...hehehehe..............

Dan soal Fungsional......kayanya jabatan fungsional di DJPB ini masih belum
jelas deh.....
secara gini ya......QQ itu bendahara........bukannya harusnya QQ tuh pejabat
Fungsional.....
sekarang pertanyaan lagi.... KURANG TERTARIKKAH QQ sama JABATAN
FUNGSIONAL.........????

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


>> 3. Diploma IV Akuntansi STAN memiliki prestise lebih tinggi
dibandingkan lulusan S1 universitas-universitas lain di Indonesia.

Setahu saya STAN ndak masuk daftar 500 UNIVERSITAS TOP DI DUNIA.
UGM masuk, jadi mana nih yang lebih TOP ?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Well......statistically QQ ga tahu juga yaaaaaaa.........
tapi base on what i heard ya gitu......
so..........pake analogi yaa.....
kalo kita denger.........kayanya bagusan mobil Daihatsu Xenia deh daripada
Toyota Avanza..
dan orang2 menceritakan sisi2 bagus-nya itu........
dan asumsi nih kita ga tahu XEnia ama Avanza itu....
otomas-tis dong...kalo kita mau beli mobil...yang pertama kita cek adalah
Daihatsu Xenia [based on cerita-cerita]

tapi kebaikan dan keburukan yang sebenarnya baru dapat kita rasakan secara
pribadi ketika udah TEST DRIVE............

masalahnya QQ belu pernah TEST DRIVE D4 STAN maupun S1...........
jadi...based on apa yang QQ denger............QQ lebih milih TEST DRIVE D4
STAN aja..........

salah lagi...................???
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

>> 2. Di Sibolga tidak terdapat Universitas yang memadai dan terkareditasi
dengan baik, bahkan sepengetahuan saya di lingkup sibolga yang telah saya
telusuri, saya tidak menemukan satu pun universitas berdiri di Sibolga.
universitas yang ada di wilayah Tapanuli [Sibolga berada di Tapanuli Tengah]
adalah di Kabupaten Tapanuli Utara.

Kenapa ndak daftar di UT ? saya mahasiswa UT... disitu berkualias, baik
modul dan nilai.
Walau banyak yang bilang IPK Nasakom, tapi menurut anda : yang penting
kualitas atau nilai ?
Di Kepegawaian Pusat sini ada mahasiswa UT yang sudah lulus dengan IPK 3,6.
Walau IPK saya di UT baru menyentuh 2 koma, Bisa anda buktikan dan tiru
rekan saya itu ?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
UT...emang sebuah nice idea.........
tapi kembali ke topik BASED ON WHAT I HEARD.............
menurut beberapa orang yang ngambil UT disini.........
1. IP Sulit....
2. ada yang udah 5 tahun ikut UT belum kelar2 juga..........sorry2 maap2
ya.....kayanya QQ ga mau dapet III/a sesulit itu..........

dan sekarang QQ dinyatakan lulus D4 STAN [lulus.......halooo.......]
apakah salah kalo QQ memperjuangkannya mati-matian..............???

Kalo QQ lulus Audisi INDONESIAN IDOL terus QQ memperjuangkan mati-matian
biar dapet ijin IKUTAN.........itu mungkin nyeleneh dan aneh....
[walau ntar kalo beneran lulus Indonesian Idol kayanya bakal mengajukan cuti
apa yaa...biar bisa ikutan...hehehe....]
Back ke topik.......Inib uat Kuliah....QQ udah bisa ikut D4.....terus ga
boleh.....terus QQ menyerah gitu.........?

THAT's NOT THE SPIRIT..............
QQ Bakal berjuang mati-matian sampe bates waktunya..........
itu sebuah janji dan PRINSIP...........!!!

Eh, kembali ke topik UT.......
jadi kayanya jelas deh QQ ga minat ikutan UT kecuali asli tersdesak..,....
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

>> 3. Kesempatan yang saya peroleh dengan tidak cara *instant* ini belum
tentu akan datang dua kali atau belum tentu akan ada kesempatan senada dalam
waktu dekat. Sehingga saya memandang hal ini sebagai *one-lifetime
opportunity* [kesempatan sekali seumur hidup] sehingga saya tidak akan
melepaskannya begitu saja tanpa perjuangan yang maksimal;

Kesempatan itu tidak ada yang instan, tapi siapa bilang kesempatan tidak
datang dua kali ?
Jika memang kesempatan hanya datang 1 kali seumur hidup, berarti roda
kehidupan itu tidak pernah berputar.
Nyatanya, kadang orang dibawah, kadang diatas.
Yang beda itu bentuk kesempatannya saja.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kesempatan emang tidak selalu datang sekali.........
tapi belajar dari pengalaman QQ.......
QQ bertanya sendiri pada diri QQ.....
Misalnya nih tahun depan ikutan lagi Ujian Saringan Masuk D4......
apakah ada jaminan 100% pasti lulus lagi.........????

mungkin tahun depan QQ harus nyoba lagi.......???
ada jaminan lulus 100%.........???

Trus misalnya tahun depan ada lagi program beasiswa S1 DJPB.......
QQ ikut test....apa ada jaminan lulus........?

Masalahnya QQ tuh bukan orang yang super duper pinter.........
QQ percaya kelulusan kali ini ada peranan LUCK alias KEBERUNTUNGAN.......
yang inilah yang QQ sebuah sebagai KESEMPATAN SEKALI SEUMUR HIDUP....

Roda KEHIDUPAN akan selalu berputar.....
tapi KEBERUNTUNGAN2 hanya akan terjadi sekali seumur hidup dan tidak pernah
ada jaminan akan terulang dua kali.........

Jadi kecuali Bang Hanafi bisa ngasih jaminan 100% tersebut...QQ mungkin ga
akan berusaha sekeras ini.......

Prinsip QQ....mumpung masih ada KESEMPATAN kenapa tidak
diperjuangkan...........
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


So bagaimana ?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekian tanggapan QQ atas tanggapan Mas [ato mau tetep Bang nih..?]
Hanafi.......
Mohon maaf...
tapi pada dasarnya sifat QQ emang ga mau kalah.......
selama QQ masih bisa ngebales dengan argumen QQ.....QQ akan menjawab......

Mohon maaf yang sebesar-besarnya kalo ada yang tersinggung......

tapi mohon Mas Hanafi memahami betapa besar keinginan QQ untuk cepet2 lanjut
kuliah dan naek ke III/a.....
karena QQ punya tekad ga mau selamanya jadi seorang pelaksana semata...
QQ punya idealisme dan mumpung hati QQ belum berubah....
QQ harus menempati posisi setinggi mungkin di jajaran pekerjaan QQ supaya...
idealisme yang QQ punya bisa dimanfaatkan....

sebelum terkikis karena lamanya QQ jadi pelaksana biasa dan akhirnya akan
termakan oleh budaya-budaya yang menyimpang dalam pelaksanaan birokrasi di
negara ini...

QQ bertekad untuk secepat mungkin mencapai posisi puncak, namun dengan cara
yang halalun toyyiba bukan dengan cara ATAS DIJILAT BAWAH DITENDANG....
dan cara paling halal yang paling mungkin QQ pikir adalah melalui jalur
pendidikan...dimana D4/S1 naik ke III/a, terus mungkin QQ akan berusaha
nyari beasiswa S2 supaya sesegera mungkin jadi III/b dan setelah itu QQ akan
bersaha cari S3 supaya jadi III/c dan kalo udah III/c atau minimal III/b...
masa QQ dianggurin ga di kasih jabatan...hehehe..ngareeep......

pokoknya...cita-cita QQ adalah ga mau berakhir sebagai pelaksana aja....
QQ pengen mencapai posisi tertinggi yang QQ bisa dimana ucapan QQ, dan
idealisme QQ bisa didengar...
yaaa....walau belum tentu bener....at least....niatnya udah bagus toh......

hm....ternyata ini menjadi penutup yang panjang...
sekian dan terima kasih.....atas kesediaan ngebaca...

kalo mas hanafi masih mau menanggapi email ini...tentu saja QQ akan terus
kembali menanggapi sampe QQ speechless....

terima kasih atas perhatiannya...............
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



-- 
\(o' v 'o)/

QQ-says....
Have a good day!!!!

Maen-maen ke blog QQ dong....
http://chronov.multiply.com
ato....
http://qnope.blogs.friendster.com/qnope

Have fun yaaa......................
\(o' v 'o)/

New Link....
Solve Your Problem to this place.....
kirim email berisi masalah keseharianmu
ke...

[EMAIL PROTECTED]

Niscaya kamu akan mendapatkan jawaban yang memuaskan........

available via Gtalk................!!!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke