Ya, ANAK PRODIP memang lebih pandai dan lebih mumpuni dibandingkan orang lokal (yg sekarang masih tersisa), karena mereka sudah dibiayai negara untuk belajar mengenai medan kerja mereka nanti ( bahkan jaman saya tingkat II pun sudah mendapatkan Gaji ). Namun janganlah berkata, bahwa "di daerah sapa lagi yang jadi andalan kalo bukan anak prodip makanya jangan semau mau deh ama prodip kualat ntar" karena mereka akan menjawab, seandainya tidak ada pendidikan Progra Diploma-pun, KPKN, KTUA, Kasipa dan KPPN tetap akan berdiri dan berjalan. Bahkan mereka akan lebih bersyukur karena anak anak mereka mempunyai kesempatan untuk melamar kerja di depkeu ( DJA / DJPBN).
Saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan seseorang ataupun golongan tertentu, saya hanya ingin mengucapkan (kalau boleh bernasihat) bahwa janganlah kita merasa "paling lebih" dibandingkan orang lain. Takutnya nanti kita jadi takabur.
