Permasalahan opini LKPP yang disclaimer merupakan 'konsen' kita bersama. 
Memang, penyumbang terbesar opini tersebut dihasilkan oleh kementerian/lembaga 
(satkernya) yang tidak/belum melaksanakan proses akuntansi secara benar. Benar 
dalam artian sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan dan peraturan2 lain 
yang menyertainya.

Untuk menghasilkan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified) atas LKPP yang 
mencerminkan pelaksanaan anggaran yang akuntabel, satu yang paling fundamental 
adalah harus tersedianya secara cepat SDM yang kompeten dalam menjalankan tugas 
di bidang keuangan negara. 

Kondisi saat ini, terdapat 20.000 satker pusat dan 15.000 satker daerah. 
Seandainya petugas yg menangani hat tsb 2 orang saja.Coba dibayangkan, berapa 
kebutuhan petugas akuntansi yang dibutuhkan ? (kayaknya harus siap2 ambil 
kalkulator dech). 

Untuk itu, terdapat program yang positif yang diambil oleh kantor pusat yaitu : 
"Menyiapkan tenaga instruktur melalui program Percepatan Akuntabilitas Keuangan 
Pemerintah". Diharapkan melalui program tersebut menghasilkan ouput : (1) SDM 
yang terdidik dan bersertifikasi, (2) Right competency at the right place, dan 
(3) Reward ekstrinsik. dimana outcomenya : Akuntabilitas pelaksanaan anggaran 
melalui LKPP Wajar Tanpa Pengecualian.

Para milliser, buruan daftarkan diri Anda menjadi tenaga instruktur melalui 
melalui pelatihan TOT. Sehingga diri Anda mampu menjadi solusi yang bermanfaat 
untuk memberdayakan para pegawai "yang terbuang" (maaf, agak ironi kata2nya) 
sehingga mampu mengembangkan organisasi kita menjadi yang terbaik di lingkungan 
depkeu.(Sudahkah anda menikmati remunerasi yang baru ? hati2 jgn sampai habis 
lagi. huahahahhaha...)

salam hangat
bravo djpbn


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke