Masalahnya klasik dan selalu menjadi persoalan di negeri tercinta. Duit. Duit. 
Duiiiit. 
(ah,, seandainya negeri kita bisa "Hujan Duit" kayak lagunya bang Rhoma Irama. 
terlalu!).

Balik maning nang laptop!!!

Dalam rangka menyukseskan program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah, 
pada tahun 2007 dana yang dialokasikan diambil dari ba 69 (tahun selanjutnya 
dibebankan pada dipa masing2 k/l). Penggunaan dana tsb antara lain :
1. Menyiapkan tenaga instruktur sebanyak 260 orang, dimana sebanyak 135 orang 
diambil dari pegawai pusat dilingkungan depkeu. Sisanya 125 orang diseleksi 
dari daerah.
2. Merencanakan pelatihan kepada pegawai sebanyak 1.560 orang dari seluruh 
satker di depkeu (tahun 2007). Tahun 2008 sejumlah 21.600 dan tahun 2009 
sekitar 46.840 orang.
3. Kegiatan pelatihan dilasanakan di 13 lokasi mulai bulan november s.d. awal 
desember.

Suksesnya program tsb menjadi sebuah motivasi yang sangat besar bagi institusi 
depkeu, khususnya djpbn. Karena waktunya sempit dan mendesak (yg jelas g 
seperti suasana dalam KRL ekonomi bekasi-kota), sehingga dalam seleksi tahap I 
terhadap calon instruktur adanya syarat "lulusan s1/d4 berbasis akuntansi atau 
manajemen". 
Boleh jadi, menurut panitia seleksi bahwa mereka mampu dengan cepat memahami 
materi secara teoritis, konseptual, dan praktis.

Nah, dimana posisi pegawai yang lain ?. Bukan hanya prodip d1/d3 aja lho ?. 
Walau harus diakui bahwa mereka anak2 yg canggih dan dilahirkan dlm era "high 
tech" (kata pak hambudi- republik mimpi).

"Diharapkan mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam 1.560 orang dari 
seluruh satker di depkeu"

Itu harapan penulis sih, tapi pastinya kita tunggu aja deh sambil liat-liat 
untuk seleksi tahap berikutnya di tahun 2008. 

salam hangat
bravo djpbn!!!

----- Pesan Asli ----
Dari: Goodman_neverdies <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 2 Oktober, 2007 1:14:31
Topik: Re:[Forum Prima] solusi LKPP-ku dan KPPN ku pasca KPPN P.


   
            Setuju 110% pak. Cuma saya sedikit ngganjel kenapa

pesertanya dibatasin 125 orang. Itupun diembel embeli

syarat S1. Saya jadi teringat pengalaman pribadi.

Kadang pelajaran dpt lebih mudah dicerna dari org yg

berpengalaman bukan dr org yg bertitel tinggi. Di

daerah kita berhadapan dgn sdm satker yg bisa dibilang

masih awam. Penjelasan dg bahasa akademis tingkat

tinggi hanya membuat mereka melongo sambil ngiler.

Ujung2nya mereka jadi makin tdk mengerti dan meminta

kita mengerjakan apa yg seharusnya menjadi tugas

mereka.  Seandainya peserta diperbanyak tentunya lewat

uji kompetensi bukan semata prasarat S1. Barangkali

sasaran lebih realistis untuk dicapai. Namanya juga

percepatan.  I Love You All. HaBeWe.

Kirim email ke