Ape iye sih Bang, para pejabat alergi ama anak prodip?
Pejabat nyang mane nih, nyang Abang maksud?
Semua pejabat, sebagian gede pejabat atawe segelintir pejabat?
Mudah-mudahan kita tidak sedang membesar-besarkan masalah alergi ini, dan mari
berbijaksana dalam menyikapinya.
Dalam perhitungan saya, anak-anak Prodip (Prodipers) yang sekarang kita hadapi
adalah sekumpluan orang muda dengan dinamika dan karakteristiknya yang khas.
Adalah sebuah kewajaran bila dalam kumpulan itu ditemukan orang-orang yang
begitu "sholeh", sebagiannya lagi "agak nakal" dan sisanya ada dalam posisi di
antara kedua label itu. Yang melihat mereka sebagai orang yang soleh, besar
kemungkinan akan mengatakan mereka begitu "produktif" dan yang melihat mereka
sebagai anak yang agak nakal sangat mungkin untuk mengatakan mereka "selalu
membuat masalah". Bak seorang ayah kepada anaknya, para pejabat yang bijak akan
memberi "pujian" atas kesholehan mereka dan "tidak menyumpah-serapahi"
kenakalan mereka dengan umpatan yang justru semakin membuat mereka larut lebih
jauh dalam kenakalannya.
Seorang ayah yang memahami betul bahwa mereka dan anak mereka dilahirkan dan
dibesarkan pada yang berbeda tentu akan sangat berkenan dengan ungkapan
Al-Faruq Umar bin Khotthob r.a. berikut ini "perlakukanlah anakmu sesuai dengan
zamannya". Maka cukup masuk akal bila ada yang mengkritisi lagu "Si Kancil Anak
Nakal" dengan ungkapan, "Hari gini masih mencuri ketimun!". Ganti dog sama
"cyber crimes"!
Bila ditilik dari pengelompokan generasi, sebagian besar (atau seluruhnya?)
pejabat kita sekarang adalah para "Baby Boomers" (lahir antara 1943-1960).
Orang-orang dalam generasi ini terkategori sebagai pekerja keras dalam mencari
penghidupan, berkeinginan untuk ikut terlibat dalam aktivitas, dan beorientasi
kepada pelayanan. Maka banyak di antara kita disuguhkan cuplikan epik dari
mereka tentang perjuangan hidup dalam mencapai cita-cita atau tangga karier.
Juga kisah-kisah tentang ketulusan mereka untuk memberikan yang terbaik bagi
keluarga, kerabat, teman dan juga negara. Namun, mereka juga dikenal sebagai
orang-orang yang berkecendrungan untuk memberi penilaian dan kurang fleksibel
terhadap perubahan.
Sementara itu, anak-anak prodip didominasi oleh para "X-ers" dan "Millennials".
Generasi X (lahir tahun 1960-1980) teridentifikasi sebagai orang-orang yang
tidak menyukai otoritas, loyalitasnya terpecah dan berjuang untuk stabilatas
dalam keluarga. Maka ditemukan "Prodipers" yang memilih untuk pindah ditjen
yang lebih memberikan kepastian dan stabilitas ketimbang bekerja untuk ditjen
Perbendaharaan yang diselimuti ketidakpastian (sumber: pengakuan beberapa orang
teman). Mereka juga dikenal sebagai generasi kreatif, mandiri dan membuka diri
untuk feedback.
Sedangkan generasi Millennial (lahi tahun 1980-...) dipenuhi oleh orang-orang
yang menghargai nilai kekeluargaan dan mengapresiasi dukungan dan struktur.
Tidak jarang ditemui "Prodipers" dari generasi ini yang mudah akrab
(kadang-kadang sok akrab...he,he,he..) dengan orang lain dan mempunyai
kedekatan dengan pejabat struktural, tetapi mereka juga dikenal kurang memilki
face-to-face skills.
Kak Seto dan Mbak Neno Warisman juga memberikan pelajaran yang baik ketika
dalam kesempatan yang berbeda mereka mengatakan bahwa masing-masing anak
memiliki keistimewaan dan kita hendaknya memperlakukan mereka sesuai dengan
keistimewaan masing-masing.
Barangkali inilah saatnya kita mempelajari berbagai perbedaan dan keistimewaan
itu sehingga tidak teralu cepat "reaksioner" dan tertipu dengan
fenomena-fenomena yang nampak di permukaan, dan mudah-mudahan tidak ada lagi
para pejabat yang nota bene adalah para orang tua yang memahami fenomena "X-ers
dan Millennials" dengan menggunakan teropong "Baby Bomers". Tanpa bermaksud
mengurangi rasa syukur, idak perlu ada lagi ungkapan " Sekarang kalian enak
bisa.....Kalau kami dulu, jangankan....." dari para pejabat ketika memberikan
pemahaman atau menasihati anak. Upami paribasa, mah... Lain batu lain karang,
lain dulu lain sekarang!
Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan
Wallohu a'lam
Wahyu Musukhal
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]