Saya lebih melihat pada ketidakberanian pemerintah untuk menjalankan
kebijakannya dengan tegas. Kalau mau tegas sich sebenernya kita PNS juga
nurut-nurut aja. Termasuk masalah mudik. Kalo nggak sempat mudik, ya udah
gak usah mudik lah. Toch itu nggak fardlu buat agama kita. Yang justeru
fardlu khan masalah menjaga shaumnya. Kalo untuk urusan menjaga silaturahim
mah, khan tidak hanya untuk Ramadlan. Lagian terlalu mendlolimi diri sendiri
(dan orang lain) kalau memaksakan mudik seperti sekarang ini.

Kapan ya paradigma ini berubah, sehingga kita dan pemerintah tidak harus
direpotkan dengan membelanjakan uang buat hari Raya yang jumlah nya sangat
luar biasa itu. Lagian juga ibadah khan jadi lebih khusyuk karena gak ada
kepikiran cari tiket, empet-empetan, mudik.... dsb..

Wallahu'alam

On 10/3/07, Hermawan Moudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   mungkin karena pengambil keputusannya adalah businessman, atasannya (VP)
> juga businessman, jadi ini murni pertimbangan bisnis, memperpanjang periode
> konsumsi masyarakat lewat berbagai channel business : tourism,
> communication, transportation, or else. toh penggerak ekonomi utama kita
> masih dari konsumsi, jadi mumpung ada event digenjot aja, sekalian yang
> ngerasa punya perusahaan bisa sambil nikmatin tambahan keuntungan.
> dalam business memang sulit menyenangkan semua orang, yang manyun tetep
> manyun, yang senyum jadi ketawa...
>
> cheers
> moudy
> ----- Original Message ----
> From: agus widiyanto <[EMAIL PROTECTED] <djagusman%40yahoo.com>>
> To: [email protected] <forum-prima%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, October 3, 2007 1:07:00 PM
> Subject: [Forum Prima] Maaf, Republik Ini Cuti Sepekan
>
> Pemerintah memperpanjang cuti bersama PNS, semula libur bersama Idul Fitri
> 1428H dari tgl 12-16 Okt 2007 menjadi 12-19 Oktober 2007; praktis dalam 1
> minggu penuh kantor2 pemerintah (diluar RS, bank, PAM, Telekomomunikasi,
> keamanan, kebakaran) TUTUP. Berarti kalau anda mau mengurus KTP, SIM, STNK,
> Surat Kelahiran, Surat Kelakuan baik, izin investasi dll tundalah barang
> seminggu, maaf Republik Ini sedang libur panjang.
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke