Mungkinkah sebuah radio dengan frekuensi 102,3 MHz didengarkan oleh pendengar yang memanteng radionya di frekuensi 101,7 MHz? Saya rasa tidak (Tapi mungkin bisa kalau ada kebocoran, dengan resiko suara yang dihasilkan tentu tak sejernih yang seharusnya)
Tapi itulah yang bisa terjadi di sebuah organisasi . Yang satu ngomong di mana, yang lain denger di mana. Gak nyambung! Saya yakin pimpinan kita sudah memikirkan matang-matang mengenai keputusan-keputusan yang diambil, namun sayangnya tidak tersosialisai dengan baik. Pertanyaan 'mengapa'sering mengemuka di antara pasukannya. Dan sayangnya lagi tetap tak terjawab. Karena pasukannya menggunakan media yang berbeda. Disangkanya dengan menulis di milis ini pesan pasukan sudah sampai di telinga pemimpin, Padahal tidak semua pemimpin sempat untuk baca milis ini . Asumsinya akan ada yang menyampaikan pada pimpinan. Namun kenyataannya, belum tentu!! Disangkanya dengan rapim, semua kebijakan akan tersosialisasi kepada prajuritnya. Nyatanya kadang2 informasi mengalami distorsi. Kapan ya kita bisa berbicara di media yang sama, tanpa harus ada yang merasa terluka.
