Petugas Terminal Luar Biasa Ganas di Hari-H Lebaran

Assalamu'alaikum. Bapak-Ibu miliser Forum Prima yang saya hormati.

Lebaran tinggal beberapa hari. Adakah di antara Anda yang berminat
mudik pada hari-H lebaran alias tanggal 1 Syawwal? Hati-hatilah.
Pengalaman saya di awal tahun 2000 (Idul Fitri 1420 H) mungkin bisa
dijadikan pelajaran untuk kita semua. Ketika itu saya tengah ditugasi
Kanwil VI DJA Palembang untuk mengikuti kursus singkat administrator
jaringan di PIKSI-ITB selama dua bulan. Istri dan anak saya ikut serta
dan untuk sementara tinggal di Bekasi/Jakarta.

Penyelenggara kursus menetapkan libur beberapa hari sehingga saya
punya waktu untuk berkunjung ke Jakarta dan mudik ke Salatiga. Karena
biasanya media mewartakan bahwa puncak arus mudik adalah sebelum hari
raya, maka saya menetapkan niat mudik di hari-H dengan harapan akan
lebih nyaman (tidak berdesak-desakan). Pada H-1 saya melakukan survai
di terminal Pulogadung Jakarta Timur dan mendapatkan informasi bahwa
harga tiket ke Solo adalah Rp 22.500 sudah termasuk tuslah.

Sesuatu yang tak pernah saya bayangkan terjadi di hari keberangkatan
saya di hari-H. Ternyata bus-bus yang biasa melayani rute dari Jakarta
ke Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak terlihat sama sekali. Saya baru
menyadari bahwa para kru bus pun juga butuh merayakan Idul Fitri
bersama kerabat mereka. Padahal di hari itu terminal masih dijejali
calon penumpang yang ingin mudik. Yang tinggal hanyalah bus-bus
bantuan yang biasanya melayani rute dalam kota Jakarta. Yang juga
tidak biasa adalah tidak ada lagi teriakan awak bus yang terkadang
tidak ramah dan agak memaksa calon penumpang untuk memaksa mereka.

Yang menonjol di hari itu adalah aksi para pegawai Departemen
Perhubungan yang menjadi petugas di terminal Pulogadung. Meeka tahu
betul bagaimana memanfaatkan suasana keruh ini untuk mengeruk
keuntungan sebanyak-banyaknya dari para calon penumpang yang tidak
punya pilihan lain harus memanfaatkan "jasa" mereka. Semua petugas
berseragan Dephub di terminal pada hari itu menjelma menjadi preman
ganas yang serakah. Mereka menguasai penuh setiap bus yang melintas di
dekat massa. Mereka mematok tarif berlipat-lipat dari tarif yang
ditetapkan pemerintah. Misalnya tarif untuk bus jurusan Solo, mereka
meminta Rp 50.000 dari tiap penumpang atau lebih dari 200% dari tarif
yang tertera pada pengumuman.

Kami sekeluarga yang berjumlah tujuh orang pun terpaksa membayar harga
yang jauh lebih mahal daripada yang kami bayangkan, yakni Rp 350.000.
Kami naik bus Metro Mini besar yang biasanya melayani trayek Pasar
Senen-Depok PP. Di perjalanan sang sopir sempat mengungkapkan bahwa
dia tidak mendapatkan sama sekali uang lebih yang dipungut oleh
petugas terminal dari para penumpang. Dia hanya memperoleh penghasilan
sewajarnya seperti pada hari-hari lain di sekitar lebaran.

Kalau yang dikatakan sopir Metro Mini itu benar, maka pantaslah
predikat pemeras diberikan kepada para petugas terminal khususnya
terminal Pulogadung. Di masa yang akan datang, pihak yang berwenang
mengawasi arus mudik seharusnya tidak terpaku hanya mengawasi tingkah
laku para pengusaha jasa angkutan dalam menerapkan tarif, tetapi juga
tidak menutup mata bahwa premanisme nyata-nyata telah dipertontonkan
oleh petugas-petugas terminal yang seharusnya menjadi pembina bagi
penyedia jasa angkutan penumpang. Menteri Perhubungan juga seharusnya
melakukan sidak di terminal pada hari-H.

Nah, lebaran tahun ini, masihkah Anda berniat untuk mudik dengan
kendaraan umum di hari-H? Kalau Anda penasaran ingin membuktikan
kebenaran tulisan saya ini, atau Anda memang punya dana ekstra dan
rela untuk diperas, maka jalankanlah niat Anda. Saya yakin, keadaaan
sekarang tetap belum berubah seperti delapan tahun yang lalu. Karena
sampai saat ini belum terdengar Dephub melakukan reformasi birokrasi
seperti halnya Departemen Keuangan, BPK, dan MA, sehingga praktik
pemerasan yang merupakan bagian dari KKN akan tetap tumbuh subur di
lingkungan Dephub.

Tetapi, kalau Anda sependapat bahwa pengalaman saya adalah suatu
kesialan dan Anda tidak ingin mengalami hal yang sama, maka sebaiknya
Anda melakukan mudik sebelum hari-H atau Anda tunda saja perjalanan
mudik Anda setelah hari-H sampai armada favorit Anda kembali bisa Anda
jumpai.

Akhir kata, selamat mudik, semoga selamat sampai kembali ke kantor
Anda masing-masing. Jangan ada yang terlambat masuk kerja karena
pemerintah telah memaksa kita untuk cuti besama dengan waktu yang
menurut saya terlalu panjang. Selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf
lahir dan batin.

Wassalam.



Ahmad Abdul Haq dari Banda Aceh

Kirim email ke