Assalamualaikum wr wb, Jaman begitu cepat berubah, ilmu pengetahuan dan tehnologi pesat sekali perkembangannya. Dunia sudah tanpa batas. Komunikasi bisa dilakukan dimana saja. Begitu kecil dunia ini. Jaman saya dulu, baru ada generasi pertama e-mail. Komunikasi e-mail di kampus ada, dg print out otomatis dan menghasilkan gulungan kertas dg tulisan menggunakan berbagai bahasa yg berbeda-beda. Petugas e-mail di kampus pagi2 mengumpulkan kertas2 tadi dg terheran-heran, maklum gak tahu apa yang di tulis dan apa artinya. mhsiswa Indonesia nulis pake bhs Indonesia, Orang Turkie pk bahasa Turkie, orang Yahudi nulis dg Ibrani dst. Komputer sistem masih menggunakan main frame yg memerlukan ruangan yg luas, saat ini sdh di ganti dg server2 yg ringkas dg kapasitas yg hampir tak terbatas. Mahasiswa kita, pd waktu itu, pada punya komputer, tapi komunikasi biayanya mahal se X. jadi pd menggunakan fasilitas kampus yang gratis dan mm di sediakan untuk student. Chatting belum begitu populer, krn ongkosnya masih mahal, apalagi bagi mhsswa yg stipen nya pas2 an buat menutup living cost. Mhswa Indonesia di Eropa berkomunikasi dg teman2 nya di Amrik, jarum jatuh di Eropa kedengaran di Amrik begtu juga sebaliknya.
Jaman telah berubah, dikamar-kamar, dimanapun kita bisa saling berhubungan dg temannya di benua lain. Dan biayanya sangat sangat murah. M. Kobir di tempat skrng, secara fisik long-long distance, tapi di dunia maya there is absolutely no distance (hampir lupa bhs Inggrisnya, maklum gak pernah bertutur lg, krn di kampung). Tehnologinya jg dmkn maju. Lewat Hp pun bs akses internet. Pastilah tidak ada alasan untuk homesick. Ada teman saya, dosen sebuah PTN yg sama-sama tugas belajar, secara akademis tidak ada masalah, namanya juga dosen, tp ternyata gagal menyelesaikan study krn tidak bisa mengatasi homesick. setiap hari telpon terus ke keluarganya. Sedih juga kita. Itu tadi cerita masa lalu yg tidak perlu di contoh ya mas. Krn sy percaya mas Kobir bisa nahan homesick. Sy suka tadarus sprti yg mas Kobir bilang, mungkin krn sy telat belajarnya, jd sy mengejar ketinggalan. Spt ketika sy sekolah belajar accounting, kawan2 sudah advance accounting, sy sprint untuk mengejarnya. Di OTL dulu luar biasa pekerjaannya, ada yg kejar tayang, ada situasi yg muncul tiba2 (tsunami Aceh, pembentukan kantor baru di Aceh yg hrs segera), BRR, organisasi baru, sistem baru dst2. Aturan2 yg masih bolong-bolong dan perlu penyempurnaan. Jadi sholat itulah sarana untuk mohon kekuatan kepada YME, mengurangi stres, mengatasi pressure. Semua pekerjaan apapun dan bagaimana beratnya, akan terasa ringan kl kita bisa membentuk teamwork yg kuat dan kompak. Menempatkan orang siapapun dia dg peran masing-masing dan menghargainya. Krn kita bukan superman yg bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan tanpa dibantu orang lain. Ketika kita berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, tidak cepat berpuas diri, rela menerima kritik krn kita tidak pernah bisa melihat kelemahan kita sendiri. Bosan ya mas bacanya, cerita nglantur ini mudah-mudahan ada manfaatnya. maaf kl ada hal-hal yang kurang berkenan. Oh iya, akhirnya hrs memunculkan diri, karena ada ucapan, salam, simpati, empati dll yg hrs di sampaikan kepada orang lain. Menjadi kurang enak kl identitasnya gak jelas. Wassalam. Subasita, Plk, the heart of Borneo. --- moch kobir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yth. Bapak H. S. Bambang Soeroso, S.H., M.Soc.Sc. > Kepala Kanwil DJPB > di Kota Cantik Palangkaraya > > Waalaikumsalam Wr. Wb. > > Terima kasih atas ucapan selamat hari raya dan > doanya, Pak. Semoga Allah mengabulkan. Amin, bukan > podo2 (Hari Ribowo, 2007). Semanten ugi ingkang > putra, "ngaturaken sedaya kalepatan." > > Hari ini mulai masuk kantor ya, Pak, kok milis > kembali hingar-bingar? Saya yakin, Bapak bikin "open > office" di Palangka dengan para staff. > > Alhamdulillah, senang sekali bisa bersua dengan > Bapak di "dunia maya" ini. Sejak kemunculan Bapak > sebagai subasita, subasusal atau bad nose (sebelum > ada "clue" SBS from the heart of Borneo), saya sudah > nge-fans dan ada "chemistry" lho dengan tulisan > Bapak karena "dingin-dingin empuk, tetapi tetap > kritis dan berisi". Mulai dari komentar D-IV, dana > APBN tidak masuk SBI, treasury people values, beda > SE dan Perdirjen, Reog Jilid III & Mas Maryono, wong > ndeso ra ngerti toto kromo, keganjilan dan > kejanggalan karena dikejar hantu, dsb.). > Sampai-sampai Pak Hari terkecoh mengira Bapak orang > pusat. Pertamanya memang sulit menebak, apalagi > Bapak menyuruh simpan dalam hati. Ditambah lagi, > bahasanya seringkali "gaul banget" gitu loch. > > Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima > kasih atas semua bimbingan, nasihat, dan kesempatan > yang telah Bapak berikan saat menjadi anak buah > Bapak selama di OTL (ora tahu leren). Sayang sekali, > cuma bisa bersama dalam beberapa bulan. > > Saya selalu ingat saat Bapak berkata begini ke Pak > Agus Suhairi,"itu si Kobir coba diajak menghadiri > rapat". Saya juga ingin bisa meniru kebiasaan Bapak > untuk sering tadarus Alqur'an dan sholat sunnah di > saat lembur atau menunggu surat penting diproses. > Semoga kita bisa ketemu lagi ya Pak tahun depan > dalam kondisi yang jauh lebih baik. Semoga kita bisa > makan bersama lagi. Mungkinkah? > > "Mungkinkah...kita kan slalu bersama...walau > terbentang jarak antara kita...kau kusayang...slalu > kujaga ...tak kan kulepas slamanya...hilangkanlah > keraguanmu...di saat kujauh darimu". > > Kapan-kapan kita bikin duet-maut saja Pak karena itu > juga lagu kebangsaan saya waktu di Denpasar dulu. > Tapi maaf..." para penonton, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, > semuanya, suaraku serak-serak sember..aha. aha." > > Pesan buat milisers, silakan simak baik-baik saat > Pak Subasita/Subasusal3/BadNose menulis. Banyak hal > yang bisa kita timba dari beliau. Tidak perlu > jauh-jauh ke Inggris, tidak perlu menunggu usia 50 > ke atas, tidak perlu menunggu jadi eselon II, tidak > perlu bayar mahal-mahal. Sedot pengalaman dan > pengetahuan dari beliau. Ambil yang baik-baik, > tinggalkan yang buruk-buruk (ini teori maling sandal > di masjid :)). > > Akhir kata, salah khilaf mohon maaf. > > > Wassalamualaikum Wr. Wb. > > > Yours, > > Kobir > > > ----- Original Message ---- > From: suba sita <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Monday, 22 October, 2007 12:27:25 PM > Subject: Balasan: [Forum Prima] SELAMAT MENYAMBUT > LEBARAN untuk Mas Kobir dan keluarga > > Assalamualaikum ww, > > Selamat merayakan hari raya idhul fitri 1428 H, maaf > lahir dan bathin. > Hal yang sama pernah kami rasakan bersama keluarga, > ketika kami berada di tempat yang jauh dari tanah > air > beberapa tahun yang lalu. > Kami berkumpul bersama masyarakat Indonesia lainnya, > makan opor ayam dan lontong nasi (maklum gak ada > kulit > ketupat), ada sambel goreng ati dgn pete (impor dari > afrika) sedap sekali rasanya. > Jadul yang namanya ati itu murah sekali, maklum > orang > sana tidak mengkonsumsi, malah gratis. Orang Karibia > yang jadi jagal, tapi belakangan ketika banyak orang > Asia datang, mulailah ati punya harga. > > Di tempat saya dulu ada masjid besar dg komunitas > muslim yang cukup besar. Jadi meriah juga. > Dulu sebelum mas Kobir berangkat, atw mau masuk > pendidikan, kita pernah makan bareng di ruangan saya > ya mas, itu saya masih ingat bener. Semoga cepat > selesai studinya dan balik ke tanah air. > > Wassalam, > SBS > Fr The Heart of Borneo > > > > > > Sick of deleting your inbox? Yahoo!7 Mail has > free unlimited storage. > http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
