Mas Taufik dan Mas Hanafi serta miliser lainya, Wah, jadi malu nih. Kayaknya saya sudah lamaaaaa sekali tidak ter-update-khan untuk hal-hal seperti ini. Bahkan Web Server KPPN Lampung pun saya baru tahu sekarang kalau sudah terhubung dengan Intranet kita.Anyway, selamat atas penerapannya khususnya pada 30 KPPN Percontohan, mudah-mudahan KPPN lainnya segera menyusul.
Saya setuju mengenai himbauan agar pengiriman data yang terkait dengan kedinasan dilakukan hanya melalui email Perbendaharaan dan hal ini sudah pernah kami lakukan sejak awal web based mail tersebut dilaunching. Intinya segala file yang diattached melalui email tersebut ibaratnya hanya berpindah dari folder satu ke folder yang lain dalam satu server. Bahkan saya coba IP 172.16.7.8 sudah bisa dipakai sebagai incoming dan outgoing mail, maka alangkah mudahnya mengirim dan membaca email melalui aplikasi Outlook Express, Microsoft Outlook atau client based email lalinnya. Barangkali teman-teman di Kanpus perlu mensosialisasikan hal ini kepada seluruh pengguna internet agar penggunaan bandwitdh dapat lebih optimal. Kalau kita bandingkan dengan pengiriman melalui Yahoo! Mail atau commercial webbased email lainnya, file yang dikirimkan terlebih dahulu diattached pada folder yang ada pada server Yahoo! (biasanya di luar negeri) dan penerima/pembaca harus mengunjungi server tersebut untuk membaca/mengambil email/file tersebut. Di satu sisi terjadi proses waktu yang lumayan lama untuk attaching nya (belum lagi memperhitungkan proses scanning virus), di sisi lainnya, bandwitdh VPN pada KPPN yang 64kbps tsb habis tersedot hanya untuk mengambil data kantor yang sebenarnya bisa dilakukan melalui intranet. Bahkan kalau mau sedikit idealis atau nasionalis , berapa banyak penghamburan devisa negara hanya untuk membiayai akses bandwitdh dari provider luar seperti Yahoo! tersebut. Jadi, sebenarnya kalau mau jujur akses 64Kbps dari masing-masing KPPN itu sudah cukup memadai jika benar-benar hanya digunakan untuk proses pengiriman data secara intranet dan kepedulian penggunaan akses internet untuk website lokal (apa bisa ya? Hehe....). Mengenai penggunaan Speedy atau barangkali Telkomnet Instan di KPPN atau Kanwil, hal ini tidak terlepas dari kebutuhan di masa-masa sebelum adanya VPN untuk memudahkan KPPN atau Kanwil mengirikan data secara cepat ke Kantor Pusat. Saya pikir, jika KPPN/Kanwil memiliki 2 akses internet keluar, tentunya akan ada dua gateway yang terpisah sebegaimana kami lakukan di Kanwil Lampung. Khusus untuk komputer yang berada di ruangan pengolahan data, maka gateway diarahkan menggunakan VPN IP, sedangkan komputer lainnya yang tidak berhubungan dengan pengiriman data kedinasan, bisa menggunakan gateway Speedy. Sehingga kemungkinan data KPPN/kanwil dikirim ke Kanpus melalui jalan-jalan dulu keliling dunia bisa dihindari. Sekarang yang kita tunggu adalah tindak lanjut dari user di kantor pusat atau daerah terhadap implementasi web server pada seluruh KPPN (kalau nantinya dipasang pada seluruh KPPN). Apakah dengan adanya fasilitas tersebut akan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh user untuk pengumpulan data termasuk dalam hal pengambilan keputusan, atau kah kita masih tetap mengandalkan pengumpulan data yang tidak dalam single database? Sekedar info, tolong koreksi kalau saya keliru, saat ini Kanpus khususnya DSP memelihara 3 (tga) database terpisah untuk 3 (tiga) data yaitu data bendum, data vera dan data aklap secara harian. Belum lagi Direktorat lain juga ikut membuat dan memelihara database yang pada hakikatnya sama karena sumbernya juga berasal KPPN tapi dibuat pada kolam yang terpisah. Selanjutnya dapat kita tebak pada akhir tahun atau setiap akhir periode pembuatan laporan akan terjadi perbedaan data antara satu database dengan database lainnya yang akan dipakai. Inilah yang saya ketahui selalui dialami teman-teman pengelola data khususnya di kanpus dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan untuk mengarah kepada Sngle Database. Barangkali itu dulu tanggapan saya. Salam, Rinardi __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
