Saya pernah datang ke kongres/pertemuan Forsila di Hotel Indonesia 
beberapa tahun lalu. Dan ternyata materi utamanya cuma satu, yaitu 
memilih pengurus, terutama KETUA dan pembantu2nya. Yang unik, yang 
terpilih adalah mereka yang merupakan penghuni jabatan2 di Kantor 
Pusat (dulu masih DJA).

Dalam kongres tidak menjadi konsern tentang nasib teman2 yang kurang 
beruntung agar mendapat pembelaan, advokasi dan sejenisnya. Yang juga 
dilupakan adalah apa yang seharusnya dilakukan Forsila untuk masa 
depat organisasi yang lebih baik, positif dan konstruktif terutama 
pembenahan manajemen dan operasional.

Pertanyaannya, apakah kongres yang sekarang masih sama saja??? Karena 
trauma saya tidak menganggap FORSILA itu ada. Bagi saya forsila hanya 
semacam KNPI or Kosgoro or organisasi lain yang menjadi antek2 nya 
Golkar di jaman jahiliyah sebelum reformasi.

Semoga saya salah:)

Kirim email ke