On Wed, 07 Nov 2007 07:57:58 -0000

Ass.Wr.Wb.
Berita mengenai surat cinta di mading Kanwil XXX DJPBN 
Jayapura juga sampai di saya. Seorang rekan di Jayapura 
sempat menelpon saya pada hari Kamis, 1 Nopember 2007 dan 
menceritakan kejadian itu. Saya mencoba mengklarifikasi 
berita tersebut dengan menghubungi Sdr. Sobari di KPPN 
Jayapura. Alasan saya memilihnya karena yakin dia 
obyektif. Kesimpulannya berita itu benar.
Tetapi, marilah kita mencoba melihatnya lebih arif, 
khususnya mengenai acara Ultah yang diadakan. Apakah ide 
merayakan ultah itu dari pak Prajono? Sebagai rasa hormat 
staf, mungkin saja ide mengadakan acara tersebut justru 
dari staf kanwil. Jika yang terjadi seperti itu, siapa 
yang salah? Kabu atau Kasubbag TURT atau Kasubbag Keuangan 
atau yang merayakan ultah?
Untuk itu saya mohon kepada rekan-rekan di Jayapura maupun 
di kota lain, tidak tergesa-gesa menjatuhkan tuduhan atau 
vonis kepada siapapun juga. Kita baru mencoba bersama 
melangkah membenahi benang yang kusut. Tidak mungkin 
instant dan tiba-tiba saja berubah. Mari kita mulai dari 
diri sendiri dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada 
secara intern terlebih dahulu.
Khusus mengenai pak Prajono, saya cukup lama mendampingi 
beliau, baik ketika bertugas di Kanwil XXX DJPBN Jayapura 
maupun ketika sama-sama mengurus pembangunan masjid di 
Kompl. Keuangan Ciledug. Sedikit banyak saya mengetahui 
pribadi beliau yang hemat bicara dan terkesan (maaf) sinis 
jika mengatakan sesuatu. Rasa percaya dirinya yang tinggi 
memang menimbulkan kesan angkuh. Namun, secara umum beliau 
komunikatif. Pernahkah rekan-rekan merasakan masakan yang 
khusus dibuat oleh seorang kakanwil? Nah, itulah beliau. 
Masak sendiri tidak mau diganggu dan setelah siap saji 
baru mengundang staf untuk mencicipi. Terkait dengan 
masakan, beliau tidak melihat tempat yang penting rasa. 
Kami sering ngandok di kaki lima, warung makan Mas Udy di 
Dok II. Pembelajaran untuk para suami muda, soal mengurus 
keluarga. Beliau survive menjadi seorang suami dan juga 
ayah, merawat istri yang sakit dengan  2 orang anak yang 
masih kecil-kecil. Hal ini pernah saya kemukakan kepada 
Pak Maryanto (sekarang esl-2 di PPATK)  yang rumahnya 
bersebelahan di Kompl. Keuangan Ciledug. Setelah istri 
wafat dan kemudian mendapat promosi eselon-3, saya memang 
kehilangan jejak beliau. Apalagi putrinya (teman sekolah 
anak saya) juga dipindahkan ke Yogya. Kabar terakhir, 
kedua putrinya telah menyelesaikan S1, di UGM dan di ITB.
Itu dulu dari saya, salam reformasi birokrasi.

Wassalam,


Eyang Kakung


========================================================================================
"Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod dan HP 
Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap minggunya dengan 
mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
========================================================================================

Kirim email ke