jadi begini mas carlin,
maksud dari pertanyaan dan permintaan klarifikasi saya mengenai posting anda 
terdahulu adalah kok sepertinya kita ini mudah sekali secara emosional 
mengutarakan suatu pendapat tanpa pernah melakukan konfirmasi atas pendapat itu 
(one sided information, seharusnya covering both sides). saya mengerti posisi 
anda sebagai seorang teman yang mencoba bersimpati atas apa yang dialami teman 
anda, dan mungkin saya akan melakukan hal yang sama. saya pikir itu sangat 
manusiawi sekali dan tidak ada yang salah soal itu. dan saya juga bersimpati 
dengan apa yang telah dialami oleh temen anda itu. 

tapi di lain pihak, komentar anda terdahulu sepertinya lebih merupakan 
"penghakiman" terhadap institusi yang namanya Ditjen PBN, meskipun 'cacat' (if 
i can use this word to describe the officials that made mistakes, by still 
using like and dislike factors to appraise your friend contributions) itu hanya 
dilakukan oleh segelintir orang dalam sebuah organisasi yang SANGAT BESAR 
seperti Ditjen PBN ini. kesimpulan anda sepertinya terlalu jauh, dan untuk itu 
saya sedikit tergelitik untuk berkomentar.  

saya sendiri bukan tidak pernah mengalami hal yang sama, dan saya pikir setiap 
pegawai Ditjen PBN/lain (?) pasti pernah mengalami hal yang sama seperti yang 
dialami temen2 anda tersebut. status CPNS saya juga sempat terkatung-katung 
hampir setahun, dan saya adalah perantau di Jakarta. hidup dengan 450 ribu di 
kota besar seperti di Jakarta pasca krimon, bisa anda bayangkan seperti apa? 
ini sedikit ilustrasi dari pengalaman saya sendiri. persoalannya, tentunya 
permasalahan seperti temen2 anda itu, saya dan mungkin rekan2 yang lain di 
Ditjen PBN atau ditjen lain disikapi dengan "KADAR" atau level yang 
berbeda-beda. (kalo kata "permasalahan" itu sendiri masih refutable, apakah ini 
masalah/problem atau bukan?)

jadi poin saya adalah, dalam posting sebaiknya kita think carefully, act 
objectively in proposing and responding to issues. 
terima kasih. 

salam, 
dn-



----- Original Message ----
From: carlin_prince <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 16, 2007 5:25:12 PM
Subject: [Forum Prima] Re: Panggilan TERLAMBAT"


mas danke yang baik akan coba saya uraikan agar lebih jelas.



1. Temen-temen saya yang di pelosook negeri banyak sekali yang curhat

sama saya. Ada yang bilang kepala kantor ga profesional, katanya like

and dislike lah. Dan lain-lainlah. Padahal saya membayangkan bahwa

mereka di pelosok tuh sama-sama merantau. Apa tidak bisa memunculkan

Kirim email ke