saran saya ambil hikmah dan pelajaran.....
camkan dalam diri bahwa kalau suatu saat nanti Mba Yessi berkesempatan
memimpin....
usahakan apa yang mba yessi alami saat ini.....tidak akan dialami oleh staf mba
dimasa yang akan datang
barangkali sikap ini perlu ditumbuhkembangkan, sehingga akan ada perubahan
dimasa yang akan datang....
mari kita sikapi hal-hal yang demikian dengan positiv thinking aja....
karena satu hal yang ditidak kita sukai kadang mendatangkan kesenangan, satu
hal yang disukai kadang mendatangkan kesusahan.
Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena bisa saja ia menimbulkan
kemudharatan. Janganlah merasa putus asa karena kesulitan,
karena bisa jadi akan mendatangkan kesenangan.
Terimakasih banyak atas saran Mas Zainal.Aku juga yakin dan pasti slalu ada
hikmah di balik semua yang kita alami. Aku juga sudah belajar untuk lebih sabar
dan legowo dg keputusan pimpinanku (yang tidak punya sifat pemimpin). Smoga
aku tidak menjadi seperti dia. FYI: Baru2 ini aku ditunjuk kasubbag aku untuk
ikut sosialisasi perpajakan (ditunjuk 5 orang termasuk aku). Aku tidak langsung
serta merta menerima penunjukan tsb. Karena tidak berhubungan langsung dg
teknis pekerjaan di kanwil, tentunya banyak pegawai yang ingin berkesempatan
ikut sosialisasi ini untuk menambah pengetahuan dalam hal perpajakan. Aku
kemukakan bahwa aku bukan menolak tugas tersebut tapi seandainya ada pegawai
lain yang ingin ikut, aku bersedia memberikan kesempatanku untuk dia. Karena
slama ini aku merasa untuk urusan sosialisasi/diklat/orientasi apapun namanya,
hanya dimonopoli oleh orang2 tertentu "yg dekat dg boss". ( tidak termasuk aku
loh mas. Aku ditunjuk mungkin sbg penghiburan krn kmrn2
sempat protes ). Aku senang karena aku bisa belajar mengalah dengan memberikan
kesempatanku untuk orang lain yang mungkin tidak akan pernah mendapat
kesempatan tsb di lain waktu.
Oh ya mas, yang aku sesalkan masalah penunjukan peserta SIK dari kantorku ialah
kenapa dalam surat jawaban tidak mencantumkan keadaan yang sebenarnya. Wong dia
di subbag TU-RT (sekretaris) koq disebut dari Subbag Kepegawaian. Ini kan
kebohongan yg disengaja. Klo kita tidak dapat dipercaya untuk hal2 kecil dan
sepele bagaimana mungkin kita bisa menangani hal2 besar? Seorang pejabat koq
tidak bisa memberikan contoh yang baik ya mas? Padahal Master Ekonomi dari luar
negeri. Tapi koq pemikirannya bisa begitu ya?
PS: Iya kita dulu pernah sama2 di Lampung.Aku kan 7 tahun lebih disana. Mas
Subur klo gak salah sekarang di Kendari. Oh ya, salam buat mpok Siti Nur
Azizah.. Dah punya anak brp nih?
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]