miliser yg kami hormati...wabil khusus para bpk/ibu pjbt yang dan pengambil keputusan...
perkenankan kami sedikit menyampaikan uneg2...mungkin ini sdh basi...krn temen2 sudah sering menyuarakan..bahkan mungkin sampai suara parau dan keluar urat...tp 'ala kulli hal..dng disampaikan lg mdh2an terbuka hati yg tertutup, mendengar nurani yg diqolbu... alkisah...seorang pegawai yg blm lama mengajukan pdh tugas atas biaya sendiri..dng pertimbangan yg sngt manusiawi..dan telah disetujui...selang bbrp lama..ketika ada mutasi, eh ternyata terkena 'tsunami-mutasi' jg... dng berat hati, karena SKPP pun sdh jd...alias sdh 'diusir' dr ktr..berangkatlah dia d ktr yg baru...sebagian anak2nya sempat diajak serta untuk berbagi cerita diseberang sana..sebagian yg lain 'harus' tertinggal...menyertai ibunya yg memang tidak bisa ikut serta mengiringi suaminya...(ingat alasan manusiawi diatas...??) setelah satu semester...terjadilah 'peristiwa besar'..hajat DJPB dng KPPN percontohannya...si peg tsb krn usianya yg sdh 'udzur'..akhirnya terjaringlah d gel 3...atas izin-Nya..ternyata lulus pula... ditengah kebimbangan dan kekalutan...antara memikirkan anak2 yg bersamanya serta kel yg ditinggalkan d kpg halaman..akhirnya dng berat hati si anak pun 'dikembalikan' kepada 'habitatnya' bersama ibu dan adik2nya... si peg menanti dan menanti...kpn lg 'tsunami-istimewa' terjadi...kompor, piring, gelas sdh d kemas sebelum lebaran tiba..tak lupa buku2 kecil dan al Qur'an yg sdh usang yg setia menemani, masuk pula dlm peti...menunggu pengiriman menuju 'etape' berikutnya... sampai kini..penantian tak menunjukkan secercah cahaya pasti... maaf..ini hanya 'kisah fiksi'...jng masukkan dlm hati.. tp kl benar2 terjadi...semoga menjadi alat berkaca diri.. from 'orang utan town'...
